
Oleh : Suhana
Perikanan merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam perdagangan internasional. Komoditas perikanan merupakan salah satu komoditas yang diperdagangkan secara Internasional. Bahkan untuk beberapa komoditas perikanan, Indonesia merupakan pemain atau pemasok utama produk perikanan dunia. Oleh sebab itu sangat penting untuk menganalisis bagaimana daya saing masing-masing komoditas perikanan Indonesia di pasar internasional.
Untuk memahami posisi daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global, para mahasiswa tingkat akhir atau peneliti sering menggunakan berbagai alat analisis, seperti Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Constant Market Share Analysis (CMSA), Trade Balance Index (TBI), dan Export Product Dynamics (EPD). Dalam artikel singkat ini akan diulas bagaimana cara penggunaan kelima metode analisis tersebut.
Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu :
- RCA: mudah digunakan, namun tidak memperhitungkan neraca perdagangan.
- RSCA: memperbaiki bias RCA, tetapi hanya bersifat transformasi matematis.
- CMSA: mampu memisahkan faktor pertumbuhan pasar dan daya saing, namun rumit dan membutuhkan data detail.
- TBI: sederhana untuk menilai posisi net eksportir atau importir, tetapi tidak mengukur daya saing relatif.
- EPD: menampilkan dinamika posisi produk di pasar global, tetapi sensitif terhadap fluktuasi data tahunan.
Data dan Sumbernya
Data yang dibutuhakan dalam analisis tersebut adalah data nilai ekspor dan impor tiap komoditas perikanan dari negara yang bersangkutan dan total perdagangan komoditas perikanan dunia. Tabel berikut merangkum data yang dibutuhkan untuk setiap analisis serta sumber datanya.
Tabel 1. Metode Analisis, Data Yang dibutuhkan dan Sumbernya
| No | Metode Analisis | Data yang Dibutuhkan | Sumber |
| 1 | RCA | Nilai ekspor komoditas Indonesia, total ekspor Indonesia, ekspor komoditas dunia, total ekspor dunia | UN Comtrade, ITC Trade Map |
| 2 | RSCA | Data RCA | UN Comtrade, ITC Trade Map |
| 3 | CMSA | Ekspor komoditas Indonesia, ekspor komoditas dunia, pertumbuhan total ekspor dunia | UN Comtrade, FAO, ITC Trade Map |
| 4 | TBI | Ekspor dan impor komoditas Indonesia | BPS, UN Comtrade |
| 5 | EPD | Pertumbuhan ekspor komoditas Indonesia, pertumbuhan ekspor dunia | UN Comtrade, ITC Trade Map |
Formulasi Metode Analisis dan Contoh Perhitungan
1. Revealed Comparative Advantage (RCA)
Formula:
RCA = (Xij / Xit) / (Xwj / Xwt)
Keterangan:
– Xij = Ekspor komoditas j dari negara i
– Xit = Total ekspor seluruh komoditas dari negara i
– Xwj = Ekspor komoditas j dari dunia
– Xwt = Total ekspor dunia
Contoh: Jika ekspor udang Indonesia (Xij) = 2 miliar USD, total ekspor Indonesia (Xit) = 100 miliar USD, ekspor udang dunia (Xwj) = 20 miliar USD, dan total ekspor dunia (Xwt) = 2000 miliar USD, maka:
RCA = (2/100) / (20/2000) = 0.02 / 0.01 = 2 → Udang Indonesia memiliki keunggulan komparatif.
2. Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA)
Formula:
RSCA = (RCA – 1) / (RCA + 1)
Contoh: Jika RCA udang Indonesia = 2, maka RSCA = (2-1)/(2+1) = 1/3 = 0,33 → menunjukkan daya saing positif.
3. Constant Market Share Analysis (CMSA)
Formula dasar: ΔX = Efek Struktur + Efek Residual
Keterangan:
– Efek Struktur = Σ (Wij * ΔQj)
– Efek Residual = Σ (ΔWij * (Qj0))
dengan Wij = pangsa pasar awal, Qj = nilai ekspor dunia komoditas j
Contoh: Jika pangsa ekspor udang Indonesia 10% dan ekspor dunia naik dari 20 ke 25 miliar USD, maka Efek Struktur = 0.1 * (25-20) = 0.5 miliar USD. Jika pangsa Indonesia naik menjadi 12%, Efek Residual = (0.12-0.10) * 20 = 0.4 miliar USD. Total ΔX = 0.9 miliar USD.
4. Trade Balance Index (TBI)
Formula:
TBI = (Xij – Mij) / (Xij + Mij)
Contoh: Jika ekspor udang Indonesia 2 miliar USD dan impor 0.2 miliar USD, maka TBI = (2-0.2)/(2+0.2) = 1.8/2.2 = 0.82 → Indonesia adalah net exporter.
5. Export Product Dynamics (EPD)
Formula:
EPD = (ΔXij / Xij0) vs (ΔXwj / Xwj0)
Interpretasi posisi:
– Rising Star: pertumbuhan ekspor negara i dan dunia positif
– Falling Star: dunia naik, negara turun
– Lost Opportunity: dunia turun, negara naik
– Retreat: keduanya turun
Contoh: Jika ekspor udang Indonesia naik 25% dan dunia naik 20%, maka posisi udang Indonesia = Rising Star.
Dus, melalui kombinasi analisis RCA, RSCA, CMSA, TBI, dan EPD, mahasiswa/peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang daya saing produk perikanan Indonesia. Riset-riset berbasis data ini tidak hanya penting untuk pengembangan akademik, tetapi juga dapat memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dan pelaku industri. Dengan melibatkan mahasiswa/peneliti dalam penelitian daya saing perdagangan perikanan, diharapkan lahir generasi peneliti muda yang mampu menjawab tantangan globalisasi perdagangan.
Referensi
- Balassa, B. (1965). Trade Liberalisation and Revealed Comparative Advantage. The Manchester School.
- Hinloopen, J., & van Marrewijk, C. (2001). On the empirical distribution of the Balassa index. Weltwirtschaftliches Archiv.
- Richardson, J. D. (1971). Constant-Market-Shares Analysis of Export Growth. Journal of International Economics.
- UN Comtrade Database (2024). United Nations Statistics Division.
- ITC Trade Map (2024). International Trade Centre.
- BPS (2024). Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
