Menampilkan: 1 - 10 dari 217 HASIL
Penelitian Mandiri

Perikanan Q1 2026: Alarm Dini dan Arah Pemulihan

Oleh: Suhana     Sektor perikanan selama ini dikenal sebagai salah satu penopang ekonomi nasional yang relatif stabil. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) konsisten berada di kisaran 2 hingga 2,5 persen, sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi jutaan nelayan dan penyedia protein penting bagi masyarakat. Namun, data terbaru pada Triwulan I 2026 menunjukkan sinyal yang …

Penelitian Mandiri

Udang Dunia Dikuasai AS, Indonesia Harus Bagaimana?

Oleh: Suhana   Dalam ekonomi global modern, kekuatan sebuah komoditas tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang memproduksi, melainkan oleh siapa yang menguasai permintaan dan distribusi. Hal ini sangat jelas terlihat pada industri udang dunia. Data Google Trends selama periode 3 Mei 2025 hingga 3 Mei 2026 menunjukkan bahwa minat global terhadap kata kunci “shrimp” …

Penelitian Mandiri

Google Trends: Cara Cerdas Membaca Pasar Perikanan

Oleh: Suhana   Metode analisis pasar menggunakan Google Trends semakin relevan di era ekonomi digital, terutama bagi mahasiswa yang ingin meneliti dinamika pasar produk perikanan secara lebih cepat, kontekstual, dan berbasis data aktual. Jika selama ini riset pasar identik dengan survei lapangan yang memakan waktu dan biaya, Google Trends menawarkan pendekatan berbeda, yaitu membaca “jejak …

Penelitian Mandiri

Kepiting Global Langka, Membaca Peluang Indonesia

Oleh: Suhana Dalam lanskap industri perikanan global yang terus berubah, komoditas kepiting (crab seafood) muncul sebagai salah satu sektor yang mengalami dinamika paling menarik sekaligus strategis. Berdasarkan analisis data Google Trends selama 12 bulan terakhir dan laporan Quarterly Crab Analysis – February 2026 dari FAO, terlihat jelas bahwa pasar kepiting dunia saat ini berada dalam …

Penelitian Mandiri

Ekspor Rajungan Besar, Tapi Seberapa Tangguh?

Oleh: Suhana   Industri rajungan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kinerja ekspor yang besar sekaligus menyimpan tantangan struktural yang tidak sederhana. Data periode 2022–2025 memperlihatkan bahwa ekspor rajungan tidak bergerak secara linear, melainkan melalui fase naik-turun sebelum akhirnya mulai stabil. Pada tahun 2022, nilai ekspor tercatat sebesar US$209,4 juta dengan volume 7,35 juta kg. …

Penelitian Mandiri

Apakah Rajungan Dunia Menuju Batas Produksi?

Oleh: Suhana Selama dua dekade terakhir, rajungan (blue swimming crab) telah menjelma menjadi salah satu komoditas perikanan bernilai tinggi di pasar global. Produk ini tidak hanya menjadi primadona ekspor bagi negara-negara Asia, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan nelayan skala kecil di wilayah pesisir. Namun, di balik pertumbuhan industri yang pesat, tersimpan dinamika yang …

Penelitian Mandiri

Ekonomi Perikanan 2025: Timur Menantang Dominasi Jawa

Oleh: Suhana Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan garis pantai yang sangat panjang dan sumber daya laut yang melimpah. Namun kekuatan maritim sebuah negara tidak cukup diukur dari luas wilayah lautnya saja. Yang lebih penting adalah kemampuan mengubah potensi tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang menciptakan lapangan kerja, pendapatan masyarakat, investasi, dan daya …

Penelitian Mandiri

Koi Indonesia Makin Mendunia: Pasar Premium Global

Oleh: Suhana   Di tengah dominasi komoditas perikanan seperti udang, tuna, dan rumput laut, ada satu sektor yang tumbuh senyap tetapi menjanjikan nilai ekonomi tinggi, yaitu ikan hias. Salah satu bintangnya adalah ikan koi. Dikenal sebagai simbol keberuntungan, ketenangan, dan kemewahan, koi bukan sekadar penghuni kolam taman. Di pasar internasional, koi telah menjadi komoditas bernilai …

Penelitian Mandiri

Ekonomi Barang Kelautan RI: Kaya Sumber, Miskin Nilai

Oleh: Suhana   Indonesia adalah negara laut—itu fakta geografis yang tidak terbantahkan. Namun ketika kita melihat data ekspor berbasis Harmonized System (HS) selama periode 2006–2025, muncul gambaran yang jauh lebih kompleks. Indonesia memang kuat dalam barang kelautan (ocean goods), tetapi kekuatan tersebut bertumpu pada struktur yang rapuh, yaitu dominasi komoditas mentah, konsentrasi ekspor yang tinggi, …

Data Penelitian Mandiri

Amerika Bergantung Tuna ASEAN, Indonesia Belum Dominan?

Oleh: Suhana   Pasar tuna Amerika Serikat tahun 2025 memperlihatkan tingkat ketergantungan yang sangat kuat terhadap pasokan dari kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Dari total impor tuna Amerika Serikat sebesar 312,59 juta kilogram dengan nilai USD 1,93 miliar, sekitar 198,42 juta kilogram atau 63,5% berasal dari negara-negara ASEAN. Nilai impornya mencapai sekitar USD 1,15 miliar atau …

error: Content is protected !!