Mewujudkan Produk Perikanan Berkelanjutan

Oleh : Suhana Perdebatan tentang produk perikanan di dunia secara umum dapat dibagi menjadi dua isu utama, yaitu di negara-negara bagian Selatan cenderung mengutamakan ketahanan pangan, sedangkan perdebatan di negara-negara bagian Utara menekankan keberlanjutan (Belton, Ben et.all 2020). Belton, Ben et.all (2020) dalam artikel di Jurnal Nature Sustainability mengulas evolusi dari kedua perdebatan dan mengusulkan konsep komoditisasi berkelanjutan (sustainable commoditization)[…]

Baca selengkapnya

Arus dan Penetrasi Ekspor Ikan Tilapia Indonesia

Oleh : Suhana (Email : suhana@suhana.web.id) Ikan Tilapia atau lebih dikenal dengan sebutan ikan Nila merupakan salah satu jenis ikan dominan yang di produksi perikanan air tawar di Indonesia. Data FAO (2020) menunjukkan bahwa pada tahun 2018 produksi ikan Nila mencapai 1,12 Juta Ton atau sekitar 31,94% dari total produksi perikanan budidaya ikan air tawar Indonesia. Selain itu juga ikan[…]

Baca selengkapnya

Komunitas Biru : Upaya meningkatkan kesejahteraan Pembudidaya Ikan

Oleh : Suhana Upaya perluasan industri perikanan seringkali bertumpu pada wacana peluang potensi pertumbuhan ekonomi yang belum tergali. Para pegiat perikanan di Indonesia sering menyebutnya dengan istilah membangunkan “Raksasa yang sedang tidur” (the sleeping giant). Wacana ini juga mendasari konsep yang lebih umum dari Ekonomi Biru di mana laut merupakan garda depan pembangunan ekonomi. Budidaya laut (marine aquaculture) dipandang sebagai[…]

Baca selengkapnya

Tingkatkan Penetrasi Pasar Ekspor Rumput Laut

Catatan Akhir Tahun 2020 (Seri 3) Oleh : Suhana (suhana@suhana.web.id) Indonesia merupakan penghasil rumput laut tropis utama di dunia dengan kurang lebih 70.000 keluarga bergantung pada kegiatan ini (Marino, Monica et all 2019). Tahun 2016 Indonesia tercatat sebagai negara eksportir terbesar rumput laut dunia (Suhana 2017). Budidaya rumput laut adalah bentuk budidaya laut yang membutuhkan investasi modal rendah dan memungkinkan[…]

Baca selengkapnya

Mei 2012, Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Lebih 64 % Provinsi Masih Defisit

BPS (12/06/2020)merelease perkembangan Nilai Tukar Petani Bulan Mei, termasuk sektor perikanan menurut provinsi di Indonesia. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa pada bulan Mei jumlah provinsi yang Nilai Tukar Nelayan (NTN) kurang dari 100 (<100) mencapai 23 provinsi atau sekitar 67,65% dari total Provinsi di Indonesia (34 Provinsi). Jumlah provinsi dengan nilai NTN < 100 bulan Mei tersebut turun sekitar 4,17% […]

Baca selengkapnya

Mei 2020 : Nelayan dan Pembudidaya Ikan Masih Alami Defisit

Oleh : Suhana Nelayan dan pembudidaya ikan masih alami defisit. Hal ini terlihat dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) bulan Mei yang masih dibawah angka 100. BPS (2/06/2020) merelease NTN dan NTPi bulan Mei yang bernilai 98,69 dan 99,76. Defisitnya NTN dan NTPi sudah terjadi sejak bulan April 2020. Berdasarkan data BPS (2020) terlihat bahwa[…]

Baca selengkapnya

Tantangan Ekspor Ikan Hias di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Dr. Suhana, S.Pi, M.Si Ikan hias merupakan salah satu produk ikan hidup yang menjadi salah satu andalan ekspor perikanan Indonesia. Hal ini didukung oleh kekayaan keanekaragaman jenis ikan hias Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dalam periode 2012-2019 nilai ekspor ikan hias rata-rata tumbuh sebesar 0,75% pertahun. Pada tahun 2012 nilai ekspor ikan hias mencapai 21 juta[…]

Baca selengkapnya

Triwulan 1 : Dampak Covid-19, Volume Ekspor Kerapu Hidup Anjlok 62,80%

Oleh : Suhana Pada dua tulisan sebelumnya penulis sampaikan bahwa Hong Kong merupakan negara tujuan utama ekspor kerapu hidup di dunia, termasuk kerapu hidup dari Indonesia. Data BPS (2018) menunjukan bahwa negara tujuan ekspor utama kerapu hidup Indonesia tahun 2017 adalah Hongkong, dimana sharenya mencapai 96,94 % untuk volume dan 97,37 % untuk nilai ekspor. Baca : http://suhana.web.id/2020/03/20/dampak-covid-19-terhadap-ekspor-kerapu-hidup-indonesia/ Baca : http://suhana.web.id/2018/09/14/melihat-kerapu-hidup-di-pasar-hong-kong/.[…]

Baca selengkapnya

April 2020, Lebih dari 70% Provinsi Alami Defisit Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan

Senin (11/05/2020), BPS merelease perkembangan Nilai Tukar Petani Bulan April, termasuk sektor perikanan menurut provinsi di Indonesia. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa pada bulan April jumlah provinsi yang Nilai Tukar Nelayan (NTN) kurang dari 100 (<100) mencapai 24 provinsi atau sekitar 70,59% dari total Provinsi di Indonesia (34 Provinsi). Jumlah provinsi dengan nilai NTN < 100 bulan April tersebut naik[…]

Baca selengkapnya

Nelayan dan Pembudidaya Ikan Alami Defisit

Oleh : Suhana Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) bulan April 2020 mengalami defisit (<100). Berdasarkan data BPS (2020) terlihat bahwa pada April 2020, Nilai Tukar Perikanan (NTP) turun sebesar 1,60 % dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 100,30 (Maret 2020) menjadi 98,70 (April 2020).    BPS (2020) menjelaskan bahwa penurunan NTNP tersebut karena indek yang diterima (It) nelayan dan[…]

Baca selengkapnya