
Versi PDF
Oleh : Dr. Suhana, S.Pi, M.Si
Kontak : suhana@utmj.ac.id
Ringkasan Eksekutif
Dalam satu minggu terakhir, sektor seafood global menghadapi dinamika serius yang menuntut perhatian khusus dari pelaku usaha perikanan Indonesia. Di Eropa, muncul tekanan baru terkait isu Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) fishing yang semakin memperketat standar verifikasi impor. Di Amerika Serikat, isu mengenai dugaan kontaminasi radioaktif pada udang impor asal Indonesia memunculkan kekhawatiran yang berpotensi mencoreng reputasi produk ekspor nasional, meskipun belum ada bukti valid. Sementara itu, India sebagai salah satu pemain utama ekspor udang dunia terpukul akibat bea masuk tinggi di pasar AS, yang berujung pada ancaman kehilangan jutaan lapangan kerja. Sebagai respon, India mulai mengalihkan strategi dengan memperkuat pasar domestik melalui program konsumsi nasional.
Situasi ini memberikan sinyal penting bagi Indonesia. Di satu sisi, terdapat ancaman jika isu-isu keamanan pangan dan keberlanjutan tidak segera diantisipasi. Namun di sisi lain, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengisi celah pasar ekspor yang ditinggalkan oleh India serta membangun daya serap domestik yang selama ini belum dioptimalkan.
Latar Belakang
Dalam seminggu terakhir, isu perdagangan seafood pada media internasional masih diwarnai dinamika yang berpotensi berdampak serius pada produk perikanan Indonesia di pasar global. Secara ringkas isu tersebut disajikan dalam Tabel 1, yaitu pertama, isu impor IUU fishing ke Inggris menegaskan pentingnya sistem ketelusuran yang transparan. Produk tanpa sertifikasi yang jelas semakin sulit diterima di pasar internasional.
Kedua, isu radioaktif pada udang Indonesia di AS menunjukkan betapa rentannya reputasi produk ekspor jika tidak diikuti dengan komunikasi publik yang proaktif. Ketiga, bea masuk tinggi terhadap ekspor India di pasar AS menjadi bukti bahwa faktor geopolitik dan kebijakan perdagangan sangat memengaruhi daya saing. India merupakan pemasok udang terbesar USA selama ini, tahun 2024 impor udang USA dari India mencapai 294.332 ton atau sekitar 38,59% dari total impor udang USA.
Keempat, dampak dari kebijakan tersebut menyebabkan krisis tenaga kerja di India yang memperlihatkan rapuhnya ketergantungan berlebihan pada pasar tunggal. Terakhir, strategi India dalam memperkuat pasar domestik melalui program serapan nasional menjadi contoh konkret bahwa konsumsi dalam negeri dapat menjadi penyangga ketika ekspor terguncang.
Tabel 1. Isu dan Detail Masalah Seafood di Media Internasional
| No | Isu | Detail Masalah |
| 1 | Impor seafood ilegal ke UK | Sekitar 26% dari 789,210 ton seafood impor UK tahun lalu berasal dari negara dengan rekam jejak penangkapan ilegal, tidak dilaporkan, atau tak diatur (IUU). Verifikasi catch certificate turun drastis pasca-Brexit—dari 28 tahun 2019 menjadi hanya 5. Tidak ada verifikasi untuk sertifikat dari China. |
| 2 | Kekhawatiran radioaktif pada udang impor dari Indonesia | Senator John Kennedy memperingatkan tentang potensi kontaminasi cesium-137 pada udang impor dari Indonesia, dalam konteks recall Walmart atas merek Great Value. Meskipun FDA memastikan belum ada produk yang positif di pasar, pernyataan senator ini menimbulkan kepanikan. |
| 3 | Naiknya bea masuk AS terhadap ekspor seafood dari Tamil Nadu | Bea masuk AS sebesar 50% membuat kontainer seafood dari Thoothukudi dikembalikan sebelum tiba. Hal ini mengancam ekonomi nelayan dan pedagang yang bergantung pada ekspor. |
| 4 | Krisis pekerjaan di sektor seafood Odisha akibat tarif AS | Tarif tinggi membuat ekspor udang—khususnya vannamei shrimp—anjlok, memicu pemangkasan produksi dan ancaman pengurangan tenaga kerja. Sekitar 16 lakh (1,6 juta) pekerjaan terancam. |
| 5 | Dorongan penguatan pasar domestik seafood di India | Falcon Marine Exports desaing agar pemerintah menyerap shrimp ke dalam program ketahanan pangan, militer, dan lembaga negara lain untuk mengurangi ketergantungan ekspor dan mendukung stabilitas pasar. |
Sumber : Berbagai sumber (2025), diolah penulis
Analisis Kritis dan Rekomendasi Kebijakan
Indonesia masih menghadapi kerentanan di sektor perikanan, terutama terkait praktik IUU fishing, lemahnya sistem digitalisasi ketelusuran, serta catatan border rejection di berbagai negara tujuan ekspor. Isu keamanan pangan yang ditudingkan pada produk udang Indonesia di AS juga memperlihatkan bahwa hambatan non-tarif bisa lebih berbahaya dibandingkan hambatan tarif.
Di sisi lain, kondisi global membuka peluang bagi Indonesia. Dengan melemahnya ekspor India ke AS, Indonesia memiliki kesempatan untuk memperbesar pangsa pasarnya di sana, asalkan mampu menjamin standar kualitas, sertifikasi, dan keberlanjutan. Indonesia juga memiliki keunggulan domestik berupa pasar dalam negeri dengan jumlah penduduk lebih dari 275 juta jiwa. Sayangnya, tingkat konsumsi ikan nasional masih berada di bawah 55 kg per kapita per tahun, lebih rendah dari rekomendasi FAO yang mencapai 60 kg.
Oleh karena itu, tantangan utama bagi Indonesia adalah memperkuat daya saing produk melalui traceability dan keberlanjutan, membangun strategi komunikasi proaktif untuk menjaga reputasi, serta menyeimbangkan pasar ekspor dan domestik agar industri lebih tahan terhadap gejolak global.
Berdasarkan hal tersebut beberapa hal yang dapat direkomendasikan untuk mengatasi berbagai isu tersebut adalah :
- Perkuat Ketelusuran dan Sertifikasi Produk
Pelaku usaha perikanan Indonesia perlu segera memperkuat sistem ketelusuran produk dengan memanfaatkan teknologi digital berbasis blockchain yang memungkinkan pembeli internasional menelusuri asal-usul produk secara transparan. Sertifikasi keberlanjutan seperti ASC, MSC, dan HACCP juga harus diperluas penerapannya agar produk nasional semakin diterima di pasar global.
- Bangun Strategi Komunikasi Proaktif
Setiap isu yang menyangkut keamanan pangan, seperti tuduhan kontaminasi radioaktif, harus ditangani dengan pendekatan komunikasi yang cepat dan berbasis data. Pemerintah Bersama Pelaku usaha dan asosiasi industri perlu membentuk Crisis Communication Desk yang dapat merilis klarifikasi publik secara resmi dan transparan. Publikasi hasil uji laboratorium secara berkala juga perlu dilakukan untuk menjaga kepercayaan konsumen dan mitra dagang internasional.
- Ambil Alih Pasar Ekspor yang Terguncang
Pelemahan ekspor India akibat tarif tinggi di pasar AS harus dipandang sebagai peluang strategis. Indonesia dapat mengisi celah pasar tersebut dengan meningkatkan volume ekspor udang dan produk perikanan lainnya, disertai diplomasi dagang yang intensif antara pelaku usaha, asosiasi, dan pemerintah. Strategi ini membutuhkan kolaborasi untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya bersaing secara harga, tetapi juga unggul dalam kualitas dan keberlanjutan.
- Diversifikasi Pasar Tujuan
Pelaku usaha harus memperluas pasar ekspor ke wilayah lain seperti Uni Eropa, Timur Tengah, dan Afrika yang tengah mengalami peningkatan konsumsi seafood. Perjanjian perdagangan bebas seperti IA-CEPA dan RCEP dapat dimanfaatkan untuk menekan hambatan tarif sekaligus membuka peluang baru bagi produk Indonesia. Diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu yang rawan terkena dampak kebijakan proteksionis.
- Kembangkan Pasar Domestik
Pasar dalam negeri Indonesia harus dimanfaatkan sebagai penyangga ketika ekspor terganggu. Produk seafood dapat diintegrasikan ke dalam program nasional seperti Gemarikan, Bantuan Pangan, dan konsumsi institusional di sekolah, rumah sakit, maupun militer. Selain itu, pelaku usaha perlu mendorong UMKM untuk mengembangkan olahan seafood inovatif yang terjangkau dan menarik bagi kelas menengah perkotaan, sehingga konsumsi ikan nasional dapat meningkat secara signifikan.
- Proteksi Sosial bagi Nelayan dan Pekerja
Untuk menjaga stabilitas industri, pelaku usaha bersama pemerintah dapat mendorong pembentukan Dana Penyangga Industri Seafood yang berfungsi melindungi harga saat pasar ekspor terguncang. Selain itu, pekerja yang terdampak harus diberikan program pelatihan ulang untuk mengembangkan keterampilan alternatif, seperti pengolahan hasil laut atau ekowisata bahari, sehingga mereka tetap memiliki sumber pendapatan.
Simpulan
Apabila rekomendasi kebijakan tersebut diterapkan, Indonesia diharapkan memiliki industri perikanan yang lebih tangguh menghadapi gejolak global. Ketelusuran produk yang kuat akan meningkatkan daya saing di pasar internasional, sementara strategi komunikasi proaktif akan menjaga reputasi produk dari isu-isu negatif. Dengan memperluas pasar ekspor sekaligus memperkuat pasar domestik, Indonesia dapat mencapai keseimbangan yang sehat antara orientasi ekspor dan konsumsi dalam negeri. Lebih jauh, keberhasilan ini akan membawa Indonesia menjadi salah satu pusat seafood berkelanjutan terkemuka di kawasan Asia Tenggara.
Dus, isu internasional yang saat ini menghantam Inggris, Amerika Serikat, dan India memberikan pelajaran penting bahwa masa depan ekspor seafood sangat ditentukan oleh ketelusuran, keberlanjutan, dan diversifikasi pasar. Indonesia harus bergerak cepat agar tidak hanya sekadar bertahan menghadapi tantangan, tetapi justru mampu memanfaatkan peluang untuk tampil sebagai pemimpin baru dalam industri seafood global.
Referensi
Kanimozhi questions Centre as tariffs hit seafood exports. https://timesofindia.indiatimes.com/city/chennai/kanimozhi-questions-centre-as-tariffs-hit-seafood-exports/articleshow/123621590.cms?utm_source=chatgpt.com
MAGA Senator Uses Sci-Fi Villain in Bizarre Health Warning. https://www.thedailybeast.com/maga-senator-kennedy-uses-sci-fi-villain-alien-in-bizarre-health-warning/?utm_source=chatgpt.com
Quarter of UK seafood from countries known for illegal fishing. https://www.thetimes.com/uk/environment/article/quarter-uk-seafood-imports-countries-illegal-fishing-w3z28p70g?utm_source=chatgpt.com
Seafood workers stare at loss of livelihood & bleak future. https://timesofindia.indiatimes.com/city/bhubaneswar/seafood-workers-stare-at-loss-of-livelihood-bleak-future/articleshow/123591348.cms?utm_source=chatgpt.com
States top seafood exporter urges pm to boost domestic market for shrimps. https://timesofindia.indiatimes.com/city/bhubaneswar/states-top-seafood-exporter-urges-pm-to-boost-domestic-market-for-shrimps/articleshow/123591116.cms?utm_source=chatgpt.com
