Distribusi Pendapatan di Pulau Kalimantan

Bogor (19/01/2017). Distribusi pendapatan masyarakat di Pulau Kalimantan lebih buruk dibandingkan dengan di Pulau Sumatera, tetapi lebih baik dibandingkan dengan distribusi pendapatan di Pulau Jawa. Hal ini dapat dilihat dari nilai gini ratio di Pulau Kalimantan tahun 2016 yang bernilai antara 0,30-0,34. Sementara nilai ratio gini di Pulau Jawa berkisar antara 0,37-0,42  (Lihat http://suhana.web.id/2017/01/18/distribusi-pendapatan-di-pulau-jawa/ ) dan nilai ratio gini di Pulau Sumatera antara 0,28-0,36 (lihat http://suhana.web.id/2017/01/17/distribusi-pendapatan-di-pulau-sumatera/ ).

Nilai Gini Ratio adalah salah satu indikator distribusi pendapatan masyarakat. Nilai Gini Ratio berkisar antara 0 dengan 1. Nilai 0 menunjukkan bahwa seluruh pendapatan terbagi secara merata terhadap seluruh unit masyarakat (perfect equality), sedangkan nilai 1 berati seluruh pendapatan hanya dimiliki oleh satu orang atau satu unit saja pada keseluruhan distribusi (perfect inequality).

Atau dengan kata lain semakin besar nilai gini ratio menunjukkan tingkat distribusi yang lebih buruk. Semakin rendah nilai gini ratio menunjukkan tingkat distribusi pendapatan yang lebih baik. Menurut Rustiadi, et.al (2011) tingkat distribusi pendapatan masyarakat yang terbaik sekarang ini terdapat pada negara-negara kapitalis yang sudah matang. Menurut Rustiadi, et.al (2011) secara umum negara-negara kapitalis maju memiliki nilai gini ratio antara 0,1-0,2.

Berdasarkan data BPS (2017) terlihat nilai gini ratio di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016 lebih kecil dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Kalimantan, yaitu 0,30. Sementara nilai gini ratio tertinggi ada di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu 0,34. Secara grafis nilai gini ratio tiap provinsi di Pulau Kalimantan dapat dilihat pada gambar.

Gini Ratio Provinsi-Provinsi di Pulau Kalimantan Tahun 2015 dan 2016

Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa secara rata-rata nilai gini ratio setiap provinsi di Pulau Kalimantan tahun 2016 tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun 2015, yaitu berkisar 0,32. Artinya secara rata-rata tidak ada perbaikan distribusi pendapatan masyarakat di Pulau Kalimantan. Namun demikian beberapa provinsi mengalami penurunan nilai gini ratio, yaitu Provinsi Kalimantan Selatan. Sementara provinsi yang mengalami kenaikan nilai gini ratio adalah Provinsi Kalimantan Utara. 

Referensi

1.  Kuncoro, Mudrajad. 2013. Mudah Memahami & Menganalisis Indikator Ekonomi. Penerbit UPP STIM YKPN

2. Rustiadi, Ernan. et.al. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Penerbit Restpent Press

3. http://suhana.web.id/2017/01/18/distribusi-pendapatan-di-pulau-jawa/

4. http://suhana.web.id/2017/01/17/distribusi-pendapatan-di-pulau-sumatera/

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *