Mei 2020 : Nelayan dan Pembudidaya Ikan Masih Alami Defisit

Oleh : Suhana Nelayan dan pembudidaya ikan masih alami defisit. Hal ini terlihat dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) bulan Mei yang masih dibawah angka 100. BPS (2/06/2020) merelease NTN dan NTPi bulan Mei yang bernilai 98,69 dan 99,76. Defisitnya NTN dan NTPi sudah terjadi sejak bulan April 2020. Berdasarkan data BPS (2020) terlihat bahwa[…]

Baca selengkapnya

Maret 2020 : Nilai Tukar Perikanan Makin Turun

Oleh : Suhana Nilai tukar perikanan (NTPi) menggambarkan tingkat daya beli masyarakat pembudidaya ikan dan nelayan kecil. Berdasarkan data BPS (2020) terlihat bahwa pada Maret 2020, Nilai Tukar Perikanan (NTP) turun sebesar 0,35 % dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 100,65 (Februari 2020) menjadi 100,30 (Maret 2020). BPS (2020) menjelaskan bahwa penurunan NTPi tersebut karena indeks yang diterima (It) nelayan dan[…]

Baca selengkapnya

Februari 2020 : Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan Provinsi Anjlok

Kamis (5/03/2020), BPS merelease perkembangan Nilai Tukar Petani Bulan Februari, termasuk sektor perikanan menurut provinsi di Indonesia. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa pada bulan Februari jumlah provinsi yang Nilai Tukar Nelayan (NTN) kuran dari 100 (<100) mencapai 18 provinsi atau sekitar 52,94% dari total Provinsi di Indonesia (34 Provinsi). Jumlah provinsi dengan nilai NTN < 100 bulan Februari tersebut meningkat[…]

Baca selengkapnya

Februari 2020 : Daya Beli Pembudidaya Ikan dan Nelayan Kecil Turun

Nilai Tukar Perikanan (NTP) merupakan indikator proxy kesejahteraan pembudidaya ikan dan nelayan. NTP merupakan perbandingan antara Indeks harga yg diterima pembudidaya ikan atau nelayan (It) dengan Indeks harga yg dibayar petani pembudidaya ikan atau nelayan (Ib). Secara konsep ada tiga angka dalam NTP, yaitu (1) NTP > 100, berarti pembudidaya ikan atau nelayan mengalami surplus. Harga produksi naik lebih besar[…]

Baca selengkapnya

Perdagangan Ikan Indonesia-China : Antisipasi Dampak Virus Corona

Oleh : Suhana Dalam periode 2012-2018 total volume ekspor produk perikanan Indonesia ke seluruh negara rata-rata mencapai 1.160,62 Ribu Ton pertahun. Sementara nilai nilai ekspor rata-rata mencapai USD 4.310,79 Juta per tahun.  Dalam periode tersebut nilai ekspor tertinggi terjadi pada tahun 2018, yaitu mencapai USD 4.860,91 Juta. Sementara terendah pada tahun 2012, yaitu mencapai USD 3.871,34 Juta (BPS 2019). Nilai[…]

Baca selengkapnya

Catatan Kritis Nelayan Lobster

Oleh : Suhana Penangkap lobster umumnya merupakan nelayan dengan perahu kecil (< 10 GT) atau non Perahu—Misalnya Nelayan Ban. Industri penangkapan ikan yang ukuran kapalnya diatas 10 GT yang ada di sepanjang pesisir pantai Pangandaran, Tasikmalaya dan Cilacap belum dapat menyentuh aktivitas penangkapan lobster. Hal ini sesuai dengan karakteristik lobster yang silkus hidupnya berada di wilayah pesisir yang merupakan habitat[…]

Baca selengkapnya

World Cafe : Diskusi Serius Ala Cafe

Beberapa waktu yang lalu penulis berkesempatan menjadi fasilitator Focus Group Discussion (FGD) dalam menyusun Masterplan Perikanan Budidaya 2020-2024. Setelah sekian lama mengikuti berbagai forum FGD, ada hal berbeda dalam melakukan FGD kali ini, yaitu menggunakan metode World Cafe. Penulis sendiri selama ini baru sekedar membaca saja bagaimana metode tersebut dilakukan, dan baru kali ini dapat langsung menerapkan metode tersebut dalam[…]

Baca selengkapnya

Distribusi Pendapatan Masyarakat di Pulau Maluku dan Papua

Bogor (23/01/2017). Distribusi pendapatan masyarakat di Pulau Maluku lebih baik dibandingkan dengan di Pulau Jawa. Sementara distribusi pendapatan masyarakat di Pulau Papua relatif hampir sama dengan dengan Pulau Jawa. Hal ini dilihat dari nilai gini ratio provinsi di Pulau Maluku dan Pulau Papua dibandingkan dengan nilai gini ratio di Pulau Jawa dan pulau lainnya yang ada di Indonesia. Nilai Gini Ratio[…]

Baca selengkapnya

Distribusi Pendapatan Masyarakat di Pulau Sulawesi

Bogor (21/01/2017). Distribusi pendapatan masyarakat di Pulau Sulawesi lebih buruk dibandingkan dengan di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Bahkan sedikit lebih buruk dibandingkan dengan distribusi pendapatan di Pulau Jawa. Hal ini dapat dilihat dari nilai gini ratio di Pulau Sulawesi tahun 2016 yang bernilai antara 0,36-0,43. Sementara itu nilai gini ratio provinsi di Pulau Bali dan[…]

Baca selengkapnya

Distribusi Pendapatan Masyarakat di Pulau Bali dan Nusa Tenggara

Bogor (20/01/2017). Distribusi pendapatan masyarakat di Pulau Bali dan Nusa Tenggara lebih buruk dibandingkan dengan di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan, akan tetapi lebih baik dibandingkan dengan distribusi pendapatan di Pulau Jawa. Hal ini dapat dilihat dari nilai gini ratio di Pulau Bali dan Nusa Tenggara tahun 2016 yang bernilai antara 0,34-0,37. Sementara nilai gini ratio Pulau Kalimantan pada tahun[…]

Baca selengkapnya