
Sektor perikanan tetap menjadi salah satu penopang penting ekonomi daerah di Indonesia pada tahun 2025. Data PDRB Perikanan Provinsi menunjukkan bahwa nilai ekonomi sektor ini mencapai Rp275,5 triliun atau sekitar 1,57% dari total PDRB provinsi di Indonesia (BPS 2026). Meskipun secara nasional kontribusinya terlihat relatif kecil, sektor perikanan memiliki dampak yang sangat besar bagi wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan timur Indonesia yang menggantungkan aktivitas ekonomi masyarakat pada sumber daya kelautan dan perikanan. Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan PDRB perikanan terbesar mencapai Rp37,6 triliun, diikuti Sulawesi Selatan dan Lampung. Namun jika dilihat dari tingkat kontribusi terhadap ekonomi daerah, provinsi-provinsi kepulauan justru menempati posisi tertinggi. Maluku Utara mencatat kontribusi sektor perikanan sebesar 2,87%, disusul Sulawesi Tenggara dan Maluku. Fakta ini menunjukkan bahwa perikanan bukan sekadar sektor pelengkap, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi lokal, pencipta lapangan kerja, sekaligus sumber ketahanan pangan masyarakat. Ke depan, penguatan hilirisasi, modernisasi armada, pembangunan pelabuhan perikanan, dan peningkatan akses pasar menjadi langkah strategis agar sektor perikanan tidak hanya kuat secara produksi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Ulasan lengkapnya baca Ekonomi perikanan 2025 timur menantang dominasi Jawa
