Oleh : Suhana

Januari–Juni 2025 membawa dinamika yang kontras bagi para pembudidaya ikan di Indonesia. Di balik kenaikan harga jual ikan, tersembunyi persoalan daya beli yang mulai tergerus. Apakah ini tanda lampu kuning bagi sektor perikanan budidaya kita?

Data resmi BPS (2025) menunjukkan bahwa Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) meningkat dari 123,16 pada Januari menjadi 124,11 di Juni 2025. Kenaikan ini menggambarkan adanya peningkatan rata-rata harga jual hasil perikanan budidaya, terutama pada segmen budidaya air payau yang konsisten kuat hingga pertengahan tahun.

Namun di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) juga naik dari 119,50 menjadi 121,36 dalam periode yang sama. Lonjakan harga ini dipicu oleh kenaikan harga pakan ikan, obat-obatan, dan biaya konsumsi rumah tangga pembudidaya. Komponen pakan ikan sebagai biaya terbesar dalam budidaya, mengalami peningkatan indeks dari 120,06 di Januari menjadi 121,41 pada Juni.

Tabel Indeks Harga yang Diterima Petani (IT), Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB), danNilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) serta Perubahannya (2018=100)

Indeks Harga yang Diterima Petani (IT), Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB), danNilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) serta Perubahannya (2018=100)

Parameter Januari Februari Maret April Mei Juni
1. INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI 123.16 124.1 124.96 124.52 124.42 124.11
1.1. Budidaya Air Tawar 117.66 118.16 118.74 118.81 118.33 117.8
1.2. Budidaya Laut 119.02 119.24 119.23 118.19 117.97 118.4
1.3. Budidaya Air Payau 123.72 124.85 125.9 124.97 125.55 125.4
2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI 119.5 119.29 120.61 121.29 121.16 121.36
2.1. Konsumsi Rumah Tangga 122.28 121.6 123.73 125.04 124.44 124.85
2.1.1. Makanan, Minuman Dan Tembakau 128.86 128.3 130.16 130.96 129.8 130.51
2.1.2. Pakaian Dan Alas Kaki 124.23 124.41 126.32 126.48 126.54 126.77
2.1.3. Perumahan, Air, Listrik Dan Bahan Bakar Rumah Tangga 95.93 89.53 100.53 110.31 110.33 110.38
2.1.4. Perlengkapan, Peralatan Dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga 119.21 119.43 119.88 120.05 120.22 120.35
2.1.5. Kesehatan 117.39 117.53 118.02 118.24 118.62 118.72
2.1.6. Transportasi 120.16 120.74 120.84 120.55 120.53 120.25
2.1.7. Informasi, Komunikasi, Dan Jasa Keuangan 104.68 104.68 104.71 103.91 103.89 103.95
2.1.8. Rekreasi, Olahraga, Dan Budaya 117.34 117.38 117.7 117.85 117.99 118.2
2.1.9. Pendidikan 105.93 105.95 105.95 105.96 105.96 105.94
2.1.10. Penyediaan Makanan Dan Minuman/Restoran 116.7 116.89 117.32 117.53 117.78 117.93
2.1.11. Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya 126.02 127.01 128.21 130.02 130.34 130.77
2.2. Indeks BPPBM (Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal ) 116.99 117.1 117.73 117.85 118.11 118.17
2.2.1. Bibit/Benih 116.79 117.12 117.77 117.66 117.69 118.13
2.2.2. Pupuk, Obat-Obatan, Dan Pakan Ikan 120.06 120.33 121 121.09 121.38 121.41
2.2.3. Sewa Dan Pengeluaran Lainnya 105.03 103.16 104.54 105.35 105.53 105.26
2.2.4. Transportasi Dan Komunikasi 122.07 122.59 122.9 122.59 122.49 122.25
2.2.5. Barang Modal 108.67 108.8 109.07 109.18 109.31 109.37
2.2.6. Upah Buruh 115.21 115.5 115.93 116.17 116.51 116.57
3. NILAI TUKAR PEMBUDIDAYAAN IKAN 103.06 104.03 103.61 102.66 102.69 102.26
4. NILAI TUKAR USAHA PERTANIAN 105.27 105.98 106.14 105.66 105.34 105.02

Sumber : BPS RI (2025)

Kondisi ini memperlihatkan adanya “squeeze effect”: meski harga jual naik, biaya produksi tumbuh lebih cepat, mempersempit margin keuntungan pembudidaya.

Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi): Tanda Lampu Kuning

NTPi yang mencerminkan daya beli pembudidaya terhadap biaya hidup dan produksi, masih berada di atas 100 sepanjang semester I 2025. Namun trennya turun, oleh sebab itu harus diwaspadai karena menunjukkan bahwa kenaikan harga produksi tidak sepenuhnya diimbangi oleh kenaikan harga jual ikan. Jika tren ini berlanjut, NTPi bisa jatuh di bawah ambang 100 pada semester II, artinya pembudidaya akan mengalami defisit dan kehilangan daya beli.

Ilustrasi : Ikan Lele merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya (Sumber Photo : Suhana)

Beberapa faktor utama yang mendorong tren negatif NTPi antara lain:

  1. Kenaikan Biaya Pakan dan Obat-obatan. Sebagai komponen terbesar biaya produksi, fluktuasi harga pakan ikan berdampak langsung pada indeks biaya produksi pembudidaya.
  2. Stagnasi Harga Jual di Kuartal II. Setelah mencapai puncak di Maret, harga ikan di pasar domestik cenderung stagnan hingga Juni, terutama untuk komoditas air tawar.
  3. Inflasi Domestik. Kenaikan harga barang konsumsi rumah tangga (IB Konsumsi) memperburuk tekanan ekonomi pembudidaya.
  4. Keterbatasan Akses Pasar. Distribusi yang tidak merata membuat harga jual ikan tidak optimal di beberapa wilayah.

Dus, tren NTPi Januari–Juni 2025 menjadi alarm dini bagi sektor perikanan budidaya Indonesia. Meski daya beli masih positif, tekanan biaya produksi yang terus meningkat mengancam keberlanjutan usaha pembudidaya ikan. Intervensi kebijakan yang tepat sangat dibutuhkan untuk memastikan kesejahteraan pembudidaya dan menjaga kedaulatan pangan laut nasional.

   Send article as PDF   

Anda mungkin juga menyukai:

error: Content is protected !!