
Oleh : Suhana
Industri udang Indonesia tengah menghadapi tantangan besar. Sebagai salah satu eksportir udang terbesar dunia, Indonesia terpukul oleh kebijakan tarif impor 32% yang diberlakukan Amerika Serikat pada awal Agustus 2025, salah satu pasar utama. Hal ini mengakibatkan permintaan ekspor terancam turun drastis, mengancam keberlangsungan petambak udang di berbagai daerah.
Namun, di balik krisis ini tersimpan peluang besar untuk mengembangkan pasar udang dalam negeri. Dengan penduduk lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia memiliki potensi pasar domestik yang sangat besar untuk menyerap produksi udang nasional.

Potret Konsumsi Udang di Indonesia (2024)
Berdasarkan data rata-rata pengeluaran perkapita seminggu Udang (Rp/kapita/minggu) tahun 2024 (Tabel), terlihat adanya kesenjangan signifikan antarprovinsi:
- Aceh menempati peringkat tertinggi dengan Rp 51.930 per kapita/minggu.
- Sulawesi Selatan menyusul di Rp 37.046.
- Jawa Timur berada di posisi ketiga dengan Rp 31.114.
Di sisi lain, beberapa provinsi menunjukkan konsumsi yang sangat rendah:
- Maluku Utara: Rp 1.964
- Papua Tengah: Rp 2.125
- DIY Yogyakarta: Rp 2.157
Rata-rata nasional tercatat Rp 13.768/kapita/minggu, dan hanya 10 dari 38 provinsi yang berada di atas angka ini.
Tabel Rata-rata Pengeluaran Perkapita Seminggu Udang (Rupiah/Kapita/Minggu) Tahun 2024
| Provinsi | Rata-rata Pengeluaran Perkapita Seminggu Udang (Rupiah/Kapita/Minggu) |
| Aceh | 51,930 |
| Sulawesi Selatan | 37,046 |
| Jawa Timur | 31,114 |
| Sumatera Utara | 28,595 |
| Kalimantan Barat | 18,903 |
| Riau | 18,796 |
| Kalimantan Timur | 18,671 |
| Kalimantan Utara | 18,559 |
| Kepulauan Bangka Belitung | 17,547 |
| Sumatera Barat | 17,523 |
| Jawa Barat | 17,350 |
| Jawa Tengah | 15,450 |
| Kalimantan Tengah | 14,459 |
| Nusa Tenggara Barat | 13,527 |
| Sulawesi Tenggara | 13,247 |
| Kalimantan Selatan | 12,860 |
| Kepulauan Riau | 12,500 |
| Jambi | 12,027 |
| DKI Jakarta | 10,857 |
| Sumatera Selatan | 9,922 |
| Bali | 8,695 |
| Bengkulu | 8,632 |
| Sulawesi Tengah | 7,035 |
| Banten | 6,931 |
| Lampung | 6,781 |
| Papua Barat | 6,351 |
| Papua Barat Daya | 6,175 |
| Sulawesi Barat | 5,048 |
| Papua Pegunungan | 3,999 |
| Sulawesi Utara | 3,516 |
| Gorontalo | 3,275 |
| Nusa Tenggara Timur | 2,779 |
| Papua | 2,525 |
| Papua Selatan | 2,524 |
| Maluku | 2,226 |
| Daerah Istimewa Yogyakarta | 2,157 |
| Papua Tengah | 2,125 |
| Maluku Utara | 1,964 |
Sumber : BPS RI, 2025
Beberapa provinsi dengan akses yang baik terhadap pasokan udang namun pengeluaran masih relatif rendah dapat menjadi target prioritas untuk peningkatan konsumsi:
- DKI Jakarta – Rp 10.857
- Banten – Rp 6.931
- Sumatera Selatan – Rp 9.922
- Bali – Rp 8.695
- Lampung – Rp 6.781
Fokus pada wilayah ini dinilai strategis karena daya beli masyarakat yang relatif tinggi dan infrastruktur distribusi yang lebih baik.

Peta Sebaran Rata-rata pengeluaran perkapita seminggu Udang (Rp/kapita/minggu) tahun 2024
Sumber data : BPS RI, 2025
Mengapa Pasar Domestik Sangat Penting?
- Kedaulatan pangan: Menjamin ketersediaan protein hewani untuk masyarakat Indonesia.
- Mengurangi ketergantungan ekspor: Diversifikasi pasar akan membuat industri udang lebih resilien terhadap gejolak global.
- Mendorong ekonomi lokal: Konsumsi domestik yang kuat akan menyejahterakan nelayan dan petambak.
Strategi Meningkatkan Konsumsi Udang Domestik
- Edukasi Gizi. Kampanye tentang manfaat udang sebagai sumber protein, omega-3, dan mikronutrien penting.
- Inovasi Produk Olahan. Mengembangkan produk olahan udang yang mudah diakses seperti nugget, bakso, kerupuk, hingga saus siap pakai.
- Festival Kuliner Udang. Mendorong kreativitas kuliner lokal melalui festival udang di kota-kota besar untuk memperkenalkan berbagai olahan udang ke masyarakat.
- Perbaikan Distribusi. Memperkuat rantai dingin (cold chain) ke daerah-daerah yang selama ini aksesnya terbatas.
Dus, krisis ekspor akibat tarif tinggi seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk menjadikan udang sebagai raja di negeri sendiri. Potensi pasar domestik yang besar harus dioptimalkan melalui kebijakan strategis, inovasi, dan kolaborasi multi-pihak.
Dengan dukungan semua pihak, konsumsi udang di dalam negeri tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan nasional tetapi juga menyelamatkan jutaan petambak udang di Indonesia.
Ayo konsumsi udang lokal! Bantu pembudidaya udang, jaga ekonomi bangsa.
