Ilustrasi Ikan Hias di setiap wilayah provinsi di Indonesia (by Gemini)

Oleh : Suhana

Industri ikan hias merupakan salah satu subsektor strategis perikanan budidaya yang berkontribusi besar terhadap ekonomi kreatif berbasis sumber daya hayati. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara mega-biodiversitas yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ikan hias, baik untuk konsumsi domestik maupun pasar ekspor. Namun, dalam lima tahun terakhir, dinamika produksi ikan hias nasional menunjukkan fluktuasi yang menarik untuk dianalisis. Artikel ini menyajikan tren produksi nasional ikan hias Indonesia dari 2019 hingga 2023 serta menelaah kontribusi masing-masing provinsi dalam mendorong pertumbuhan sektor ini.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi ikan hias nasional menunjukkan volume yang relatif tinggi dan stabil, meskipun diwarnai oleh dinamika tahunan (Gambar 1).

Perkembangan Produksi Ikan Hias Indonesia Periode 2019-2023 (Sumber : KKP 2025, diolah)

Peningkatan yang signifikan terjadi antara tahun 2019 dan 2020, kemungkinan disebabkan oleh adaptasi pelaku usaha terhadap peluang digitalisasi pemasaran ikan hias selama pandemi COVID-19. Puncak produksi terjadi pada 2021, namun kemudian mengalami penurunan pada 2022, yang dapat dikaitkan dengan pemulihan pasar internasional yang belum stabil dan gangguan distribusi. Tahun 2023 mencatat pemulihan moderat sebesar 2,2%, menunjukkan potensi kebangkitan sektor ini.

Kontribusi Provinsi: Dominasi Pulau Jawa

Produksi ikan hias di Indonesia sangat terpusat di Pulau Jawa, terutama di tiga provinsi: Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Pada tahun 2023, ketiganya menyumbang lebih dari 88% dari total produksi nasional.

Top 5 Provinsi Penghasil Ikan Hias (2023)

Peringkat Provinsi Produksi (ekor) Kontribusi Nasional (%)
1 Jawa Timur 691.972.466 45,8%
2 Jawa Barat 575.913.366 38,1%
3 Jawa Tengah 78.010.906 5,2%
4 Sumatera Utara 67.276.459 4,5%
5 Sumatera Barat 28.995.768 1,9%

Dominasi Jawa Timur dan Jawa Barat tidak lepas dari infrastruktur budidaya yang kuat, ekosistem usaha yang berkembang, serta jaringan distribusi yang luas. Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2020 dan menjadi kekuatan baru di sektor ini.

Namun demikian, Provinsi Sumatera Utara mencatat lonjakan tajam dari 1,6 juta ekor (2020) menjadi 84 juta ekor (2021), meski kembali menurun pada 2022. Demikian pula Sumatera Barat memperlihatkan pertumbuhan stabil yang patut diperhatikan dalam strategi pengembangan wilayah sentra ikan hias baru.

Analisis Wilayah: Ketimpangan dan Potensi

Distribusi produksi ikan hias masih sangat timpang. Sebagian besar wilayah di luar Jawa hanya menyumbang <1% terhadap total produksi nasional. Hal ini mencerminkan adanya tantangan dalam adopsi teknologi, akses pasar, dan penguatan kelembagaan budidaya ikan hias di luar Pulau Jawa.

Namun demikian, beberapa provinsi seperti Sulawesi Selatan, Lampung, dan Sumatera Selatan mulai menunjukkan geliat positif. Di wilayah timur Indonesia, meskipun produksinya kecil, daerah seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara memiliki kekayaan biodiversitas yang potensial untuk dikembangkan, terutama untuk spesies endemik bernilai tinggi.

Implikasi Kebijakan

Berdasarkan kondisi tersebut, maka untuk mendorong keberlanjutan industry perikanan hias Indonesia secara merata di seluruh wilayah Indonesia, pemerintah dan para pelaku ikan hias perlu memperhatikan 4 hal berikut, yaitu pertama, diversifikasi sentra produksi. Pemerintah perlu mendorong pengembangan sentra produksi di luar Jawa melalui insentif usaha, pelatihan budidaya, dan dukungan pemasaran. Kedua, peningkatan akses pasar. Penguatan e-commerce dan sistem logistik terintegrasi sangat penting agar pelaku usaha kecil di luar Jawa dapat terhubung dengan pasar nasional maupun internasional. Ketiga, sertifikasi dan standarisasi produk. Mendorong program sertifikasi kesehatan dan mutu ikan hias untuk mendukung daya saing di pasar ekspor. Keempat, inovasi berbasis lokal. Eksplorasi spesies ikan hias lokal dan pengembangan budidaya spesifik lokasi menjadi kunci keunikan produk Indonesia di pasar global.

Dus, data lima tahun terakhir menunjukkan bahwa industri ikan hias Indonesia memiliki kapasitas produksi yang kuat, tetapi masih menghadapi tantangan distribusi wilayah dan fluktuasi pasar. Provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi, namun peluang pertumbuhan di luar Jawa semakin terbuka. Dengan penguatan kebijakan dan inovasi berbasis wilayah, Indonesia berpotensi menjadi pemimpin global dalam produksi dan ekspor ikan hias.

   Send article as PDF   

Anda mungkin juga menyukai:

error: Content is protected !!