Suhana Turut Susi Pudjiastuti Bagikan 6 Kapal untuk Nelayan dan Panglima Laot

Kapal Bantuan Susi Pudjiastuti di Kabupaten Simeulue, Aceh (Photo : Istimewa)

SIMEULUE (18/4/2022). Ketua Umum Pandu Laut Nusantara Susi Pudjiastuti membagikan kapal untuk nelayan kecil di Pulau Simeulue, Provinsi Aceh. Serah terima kapal dilakukan dengan menggelar siaran langsung instagram pribadi Susi Pudjiastuti dan Susi Cek Ombak pada Minggu (17/4).

Siaran langsung By Instagram Susi Pudjiastuti dan Susi Cek Ombak (Minggu (17/4)) (Lengkapnya bisa di akses di link berikut : https://www.instagram.com/tv/Ccb5p6SJQsU/?igshid=YmMyMTA2M2Y=)

Sebelumnya, tim Susi Cek Ombak dan Pandu Laut Nusantara telah berada di Simeulue sejak Sabtu (16/4). Tim melakukan pencarian nelayan dan panglima laut di dua tempat, yakni perairan Teluk Dalam dan Salur.

“Kita sekarang ini akan mengundang beberapa Kawan Susi termasuk Tim Pandu Laut dan Susi Cek Ombak yang ada di Pulau Simeulue. Mereka hari ini akan membagikan 4 perahu, ditambah dua lagi minggu depan untuk diberikan pada 4 panglima laut dan dua nelayan di Simeulue,” ujar Susi pada Minggu (17/4).

Susi menjelaskan, keenam kapal ini merupakan hasil kolaborasi crowdfunding yang digelar Susi Cek Ombak serta Benih Baik yang akan disalurkan melalui Pandu Laut Nusantara. Sejumlah perusahaan seperti Superindo, Jamkrindo, hingga Tokopedia turut terlibat dalam urun dana tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2014-2019 mengungkapkan, lokasi pembagian kapal yang dipilih, Pulau Simeulue, merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia.

Dengan pembagian kapal ini, apalagi bertepatan di bulan ramadhan dan menjelang lebaran 2022, diharapkan nelayan-nelayan kecil yang menerima kapal bisa beroleh tambahan penghasilan sebelum Idul Fitri.

Lokasi yang dipilih untuk pembagian kapal terutama adalah daerah-daerah pesisir yang pernah terdampak bencana gempa dan tsunami.

Di Simeulue Aceh ini, pemberian bantuan kapal kepada panglima laut diharapkan dapat memudahkan tugas mereka dalam menjaga kawasan terumbu karang dan hutan mangrove.

Berdasarkan temuan Wakil Sekretaris Pandu Laut Nusantara yang juga sebagai Dosen STIE Muhammadiyah Jakarta Suhana di lapangan, para panglima laut ini biasanya berpatroli dengan meminjam perahu nelayan yang kebetulan tidak melaut.

Panglima Laut Kecamatan Teluk Dalam (Safrizal) Ketika ditemui Tim Pandu Laut di Lapangan (Photo : Istimewa)

Selain itu, Suhana juga menjelaskan bahwa kapal juga diserahkan pada nelayan yang didapati perahunya tengah mogok di laut.

“Kemarin kita sudah keliling nyari nelayan terus panglima laut, kita ketemu di laut, kebetulan beliau perahunya lagi mogok di tengah laut lagi mancing,” ujar Suhana.

Dengan diberikannya kapal-kapal ini, Susi berharap terutama pada para panglima laut, agar dapat memperketat pengawasan terumbu karang dan hutan mangrove. Khususnya dari praktik-praktik penangkapan ikan menggunakan bom atau alat tangkap lainnya yang tidak ramah lingkungan.

Susi juga berharap kapal dapat digunakan untuk patroli rutin, memudahkan transportasi antar pulau, hingga menambah penghasilan nelayan. Ia juga secara khusus mengingatkan agar para guru yang mengajar di pulau-pulau kecil, bisa diberikan tumpangan oleh nelayan.

“Tolong dijaga Salur, pulau  kecil itu jangan ada yang ngebom, dengan mesin Yamaha 15 PK ini cepat sekali kejar yang main-main potas dan bom kejar. Tempo hari Susi Cek Ombak wawancara Pak Guru yang mengajar di Pulau Teupah, sering kali kesulitan transport dan kadang-kadang uangnya tidak cukup dari kementerian bayar transportasi, tolong diantar. Susi Cek Ombak pernah wawancra Pak Guru itu yang ngajar di pulau Teupah,” ujar Susi.

Suhana Bersama Penerima Bantuan Kapal (Kiri-Kanan : Suhana (Pandu Laut Nusantara), Safrizal (Panglima Laut Teluk Dalam), Hamid (Panglima Laut Tepa Barat), Badai (Nelayan Salur), Nazir (Nelayan Teluk Dalam)) (Photo : Istimewa)

Panglima Laut Janji Perangi Pencuri Ikan

Safrizal, panglima laut Teluk Dalam yang merupakan salah satu penerima kapal, mengungkapkan dengan bantuan kapal ini, tugasnya sebagai panglima laut akan lebih mudah dijalankan.

Selain bisa lebih cepat melakukan pengawasan saat ada nelayan yang kecelakaan, keberadaan kapal ini juga memperkuat komitmennya dalam melawan pencuri ikan hingga para pelaku penangkapan ikan menggunakan alat tidak ramah lingkungan hingga merusak terumbu karang.

“Insyaallah ini sangat mendukung, sangat memudahkan. Yang jelas kita sudah enggak perlu nunggu lagi cari transport, bisa awasi pencuri ikan termasuk kerjaan kita,” ujar Rizal.

Bagi-bagi kapal merupakan salah satu program rutin yang dijalankan oleh Susi bersama Pandu Laut Nusantara. Sebelumnya, sebanyak masing-masing 5 unit kapal sudah dibagikan untuk nelayan Pandeglang dan Kalianda pada akhir 2019.

Mereka ini merupakan para nelayan yang menjadi korban Tsunami Pandeglang 2018. Beberapa di antaranya kehilangan kapal akibat bencana tersebut sehingga sempat tak melaut selama nyaris satu tahun.

Aksi bagi-bagi kapal ini telah tertunda cukup lama lantaran merebaknya pandemi COVID-19. Kini setelah wabah corona mereda, Susi bersama Pandu Laut Nusantara bersiap untuk kembali melanjutkan kegiatan bagi-bagi kapal untuk nelayan kecil. Selain ke Aceh, juga sudah ada rencana membagikan kapal ke Palu dalam waktu dekat.

“Kita buktikan begitu pandemi selesai, kita siap gogogo. Kita sudah bagikan dua di Tambak Lorok dan dua di Pangandaran. Sudah ada perahu 10 dan mesinnya di Palu, dapat donasi waktu saya jalan lenggak-lenggok sama Bu Anne Avantie. Iya saya cantik pakai baju kebaya dibayar Rp 500 juta, saya belikan 10 perahu,” tutur Susi Pudjiastuti.

Selain itu juga Suhana menjelaskan bahwa pembagian kapal ini merupakan salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi. “sebagai dosen, turut serta dalam pembagian kapal kepada nelayan ini merupakan bentuk wujud nyata tridarma perguruan tinggi” pungkas Suhana.***

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.