Triwulan I-2022 : Harga Cakalang Beku Internasional Naik 33,77%

Ilustrasi : Aktivitas Bongkar ikan di Benoa Bali Akhir Januari 2022 (Photo : Dokumen Pribadi)

Berdasarkan Catatan ThaiUnion (2022) terlihat bahwa harga Cakalang beku dipasar Internasional sepanjang triwulan I 2022 rata-rata mencapai USD 1.717 per ton atau naik sebesar 33,77% dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Sementara itu dibandingkan dengan Triwulan IV-2021 terlihat meningkat sebesar 6,19%.

Gambar 1. Perkembangan Harga Cakalang Beku (Raw Material) di Pasar Hongkong Per Triwulan I-2022

Dalam catatan sebelumnya terlihat bahwa harga Cakalang beku dipasar Internasional sepanjang tahun 2021 naik sebesar 1,47% dibandingkan tahun 2020. Namun demikian pertumbuhan harga Cakalang tahun 2021 relatif jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2020. Pertumbuhan harga Cakalang beku internasional tahun 2020 mencapai 14,58 %.

Baca juga : https://suhana.web.id/2022/03/21/harga-cakalang-beku-internasional-tahun-2021-naik-147/

Tingginya pertumbuhan harga ikan Cakalang beku (Raw Material) tahun 2020 merupakan imbas dari meningkatnya permintaan produk Tuna dalam kemasan kaleng pasca Pandemi Covid-19. Catatan FAO (2021) menunjukkan bahwa permintaan rumah tangga untuk tuna kalengan baik di pasar besar dan kecil di seluruh dunia menghasilkan iklim perdagangan internasional yang cepat pada tahun 2020. Terjadi peningkatan ekspor dari Thailand, Ekuador, China, dan Spanyol, sedangkan Filipina menggantikan Indonesia sebagai eksportir terbesar kelima selama sembilan bulan pertama tahun 2020. Ekspor dari Thailand sebagian besar berupa produk siap saji.

Namun demikian, perdagangan tuna global pada tahun 2021 ditandai dengan peningkatan permintaan tuna non-kaleng, penurunan permintaan ritel tuna kaleng, dan peningkatan peluang penjualan di sektor hotel, restoran, dan katering (HORECA), khususnya di pasar barat. Akibatnya harga ikan Cakalang beku (Raw Material) tahun 2021 jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2020.

Selain itu juga, merebaknya kasus COVID-19 di Thailand selama paruh pertama tahun 2021 mengganggu proses impor dan ekspor bahan baku. Hasil analisis terhadap data International Trade Center (2022) terlihat bahwa sepanjang tahun 2021 impor Cakalng Beku (Raw Material) Thailand tumbuh sebesar 7,48%, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai sebesar 7,25%.

Sumber :

http://www.fao.org/in-action/globefish/market-reports/resource-detail/en/c/1207658/

https://www.fao.org/in-action/globefish/market-reports/resource-detail/en/c/1460158/

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.