Memetakan Pusat Ekspor Perikanan di WPP 571

Ilustrasi Provinsi-Provinsi di Sekitar Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-NRI) 571

Oleh : Suhana

Pembangunan ekonomi perikanan menurut wilayah pengelolaan perikanan (WPPNRI) memerlukan perencanaan yang lebih komprehensif. Oleh sebab itu diperlukan dukungan data-data kondisi ekonomi perikanan di setiap WPPNRI. Sampai saat ini Kementerian kelautan dan perikanan secara berkala mempublikasikan data terkait produksi perikanan dan estimasi potensi sumberdaya ikan di setiap WPPNRI.

Namun demikian, data dan analisis terkait kinerja ekonomi di setiap WPPNRI relatif masih sangat minim. Padahal data dan informasi tersebut sangat penting dalam mengembangkan ekonomi perikanan di masa yang akan datang, misalnya dalam menentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi perikanan di setiap WPPNRI.

Berdasarkan hal tersebut menjadi sangat penting untuk terus melengkapi data dan analisis ekonomi perikanan menurut WPPNRI yang ada saat ini. Langkah awal untuk dapat menganalisis ekonomi perikanan adalah menyusun database perdagangan internasional di setiap WPPNRI. Penyusunan database ini penulis dekati melalui pelabuhan dan bandara muat ekspor perikanan disetiap WPPNRI.

Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi pelabuhan/bandara muat ekspor komoditas perikanan adalah mengoverlaykan  atau menggabungkan data-data pelabuhan/bandara muat ekspor yang ada di website BPS RI, lokasi WPPNRI yang ada dalam PermenKPNo 18 Tahun 2014 dan lokasi pelabuhan pada Google Map. Dalam kondisi pandemi Covid-19, dimana dibatasi pergerakan masyarakat antar wilayah di Indonesia, metode ini sangat membantu karena tidak perlu turun lapangan. Namun demikian, metode ini akan lebih akurat apabila dilengkapi dengan hasil survey lapangan.

Hasil analisis dari databased ini diharapkan dapat terpetakan perkembangan ekspor dari setiap WPPNRI, Pelabuhan/Bandara Muat yang menjadi pusat ekspor produk perikanan di sekitar WPPNRI, komoditas perikanan yang diekspor dari WPPNRI dan negara tujuan ekspor perikanan dari sekitar WPPNRI.

Khusus dalam artikel singkat ini penulis memetakan pusat ekspor perikanan di WPPNRI-571, dimana yang menjadi pusat ekspor adalah pelabuhan/bandara muat yang memiliki share ekspor terbesar.

Identifikasi Pelabuhan/Bandara Muat di WPPNRI 571

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) merupakan wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan perikanan yang meliputi perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan zona ekonomi eksklusif Indonesia (Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, 2014).

Dalam Pasal 2 PermenKP No 18 Tahun 2014, Menteri Kelautan dan Perikanan menetapkan 11 WPPNRI, dimana WPP-NRI 571 meliputi perairan Selat Malaka dan Laut Andaman. Sementara itu dalam Buku Statistik Perikanan Tangkap di Laut Menurut Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI), 2005-2015, tercatat ada 3 provinsi yang berbatasan langsung dengan WPPNRI 571, yaitu Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Riau dan Sumatera Utara.

Berdasarkan hasil identifikasi diketahui bahwa dalam periode 2012-2020 jumlah Pelabuhan/bandara muat ekspor komoditas perikanan yang ada di Indonesia mencapai 163 unit. Dimana 19 pelabuhan/bandara muat ekspor produk perikanan ada di wilayah WPP-NRI 571 atau sekitar 11,66% dari total pelabuhan/bandara muat ekspor produk perikanan nasional.

List Pelabuhan/Bandara Muat Ekspor Produk Perikanan di WPP-NRI 571 Periode 2012-2020

No Nama Pelabuhan/Bandara Muat Provinsi
1 Bagan Siapi-Api Riau
2 Belawan Sumatera Utara
3 Bengkalis Riau
4 Blang Bintang (U) Nanggroe Aceh Darussalam
5 BLANG LANCANG (ARUN) Nanggroe Aceh Darussalam
6 Dumai Riau
7 Krueng R. Malahayati Nanggroe Aceh Darussalam
8 Kuala Langsa Nanggroe Aceh Darussalam
9 Kuala Namu International Airport (U) Sumatera Utara
10 KUALA TANJUNG Riau
11 Lhok Seumawe Nanggroe Aceh Darussalam
12 Medan / Polonia (U) Sumatera Utara
13 Pangkalan Susu Sumatera Utara
14 Panipahan Riau
15 Pekan Baru Riau
16 Selat Panjang Riau
17 Simpang Tiga (U) Riau
18 Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara
19 Tanjung Medang Riau

Sumber : BPS (2021), diolah

Perkembangan Ekspor Perikanan dari WPPNRI-571

Pada tahun 2020 nilai ekspor dari WPP-NRI 571 mencapai USD 433,76 Juta atau sekitar 8,33% dari total nilai ekspor perikanan Indonesia. Nilai ekspor produk perikanann WPPNRI 571 tahun 2020 terlihat mengalami peningkatan sebesar 14,52% dibandingkan dengan tahun 2019.

Perkembangan Ekspor dari Pelabuhan/Bandara Muat Sekitar WPP-NRI 571 (Sumber : BPS 2021, diolah Suhana)

Top 5 Pelabuhan/Bandara Muat Ekspor

Berdasarkan hasil analisis (2021) terlihat bahwa pada tahun 2020 terdapat lima pelabuhan/bandara muat ekspor produk perikanan terbesar yang ada di sekitar WPPNRI 571, yaitu Pelabuhan Belawan, Tanjung Balai Asahan, Bandara Udara Internasional Kuala Namu, Pelabuhan Panipahan dan Dumai.

Pada tahun 2020 share volume ekspor komoditas perikanan dari Pelabuhan Belawan mencapai 82,18%, Tanjung Balai Asahan mencapai 9,38%, Bandara Udara Internasional Kuala Namu mencapai 1,87%, Pelabuhan Panipahan mencapai 2,71% dan Dumai mencapai 2,85%. Berdasarkan hasil analisis tersebut terlihat pusat ekspor komoditas perikanan dari WPPNRI-571 tahun 2020 adalah Pelabuhan Belawan.

Pelabuhan Belawan Provinsi Sumatera Utara Sebagai Pusat Ekspor Komoditas Perikanan WPPNRI-571 Tahun 2020. Share Volume ekspor perikanan tahun 2020 mencapai 82,18% dan nilai mencapai 95,44% dari total ekspor dari WPPNRI 571.

Top 10 Komoditas Ekspor WPPNRI 571

Data BPS (2021) menunjukkan bahwa pada periode 2012-2020 terdapat 55 jenis komoditas perikanan yang diekspor dari pelabuhan muat yang ada di sekitar WPPNRI 571. Namun demikian, 10 komoditas utama yang diekspor dari wilayah WPPNRI 571 adalah Udang, Cumi-Sotong-Gurita, Tilapia, Tuna-Tongkol-Cakalang. Layur, Rajungan-Kepiting, Ikan Lainnya, Makarel, Kekerangan dan Bawal. Pada tahun 2020 total share nilai ekspor dari 10 komoditas tersebut mencapai 96,40% dari total nilai ekspor perikanan dari WPPNRI 571.

Top 10 Negara Tujuan Ekspor

Berdasarkan hasil analisis (2021) terlihat bahwa pada tahun 2020 terdapat 10 negara tujuan ekspor dari WPPNRI 571, yaitu United State, China, Thailand, Malaysia, Italy, Canada, Republik Korea, Taiwan, Germany dan Netherland. Total share nilai ekspor dari ke 10 negara tujuan tersebut mencapai 88,32 %, sementara share volumenya mencapai 90,91% dari total ekspor komoditas perikanan dari WPPNRI 571.

Top 10 Share Ekspor Perikanan Menurut Negara Tujuan Tahun 2020

No Negara Tujuan Share Ekspor
Volume (%) Nilai (%)
1 United States           15.11      39.73
2 China           28.07      15.81
3 Thailand           13.30      10.45
4 Malaysia           23.07        5.98
5 Italy             3.92        4.86
6 Canada             1.44        3.25
7 Korea, Republic Of             2.00        2.90
8 Taiwan             2.01        2.26
9 Germany, Fed. Rep. Of             1.11        1.59
10 Netherlands             0.88        1.49

Sumber : Hasil Analisis 2021

Hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, pemerintah daerah dan para pelaku usaha dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja ekonomi perikanan dari WPPNRI 571. Hal yang sama dapat dilakukan untuk pelabuhan/bandara muat yang ada di seluruh WPPNRI. Dengan terpetakannya pusat ekspor komoditas perikanan di setiap WPPNRI, diharapkan pemerintah, pemerintah daerah dan para pelaku usaha dapat terus meningkatkan kinerja ekspor perikanan dari setiap WPPNRI.

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *