Ekspor Ikan Kerapu Turun

ILUSTRASI : Ikan Kerapu Sunu/Merah (Plectropomus leopardus)

Catatan Akhir Tahun 2020 (2)

Oleh : Dr. Suhana

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini (Desember 2019-Desember 2020) istilah Kerapu relatif tinggi dan stabil dicari orang di laman Google. Berdasasarkan laman Google Trends terlihat istilah yang paling banyak di cari orang dari Indonesia adalah informasi terkait harga ikan kerapu, jenis-jenis ikan kerapu dan produk olahan ikan kerapu.

Gambar 1. Trend Pencarian kata Kerapu di Google Periode 22 Desember 2019-22 Desember 2020 (Sumber : https://trends.google.co.id/trends/?geo=ID)

Sementara itu berdasarkan wilayah para pencari istilah kerapu tersebut sebagian besar terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Papua Barat dan Maluku. Hal ini sinergis dengan banyaknya para pelaku usaha budidaya dan nelayan penangkap ikan kerapu yang tersebar di kelima wilayah tersebut. Penulis menduga para pelaku usaha ikan kerapu banyak memanfaatkan sarana google untuk mencari informasi terkait ikan kerapu, khususnya perkembangan harga ikan kerapu.

Gambar 2. 5 Provinsi Tertinggi Trend Pencarian kata Kerapu di Google Periode 22 Desember 2019-22 Desember 2020 (Sumber : https://trends.google.co.id/trends/?geo=ID)

Sejak awal tahun 2020, ekspor ikan kerapu mengalami tantangan yang sangat berat, karena terjadinya penurunan permintaan ikan di negara tujuan ekspor akibat dari kebijakan penanganan Covid-19, khususnya di Hongkong dan China. Suhana (2020) menyatakan bahwa lebih dari 90% volume ekspor ikan kerapu hidup Indonesia dikirim ke Hongkong. Oleh sebab itu kebijakan Lockdown atau pembatasan aktivitas di Hong Kong akan sangat berpengaruh terhadap permintaan ikan Kerapu dari Indonesia, khususnya kerapu hidup.

Baca juga : http://suhana.web.id/2020/03/20/dampak-covid-19-terhadap-ekspor-kerapu-hidup-indonesia/

Secara teori kebijakan karantina wilayah (lockdown), pembatasan aktivitas restoran, tempat kumpul-kumpul baik di dalam negeri maupun di negara tujuan ekspor akan berdampak pada penurunan permintaan atas produk perikanan, seperti Kerapu. Para pelaku ekspor, industri pedagang juga dengan sendirinya membatasi pembelian/penyerapan ikan hasil dari produksi nelayan atau pembudidaya ikan. Akibatnya ikan hasil produksi nelayan dan pembudidaya ikan banyak yang tidak terserap dan harganya menjadi anjlok.

Suhana (2020) menyatakan bahwa hasil analisis berita media sejak awal tahun 2020 sebenarnya sudah terlihat keresahan para nelayan dan pembudidaya ikan. Laporan media sejak awal 2020 melaporkan bahwa harga ikan anjlok karena permintaan menurun. Penurunan permintaan itu terjadi dari ekspor dan domestik. Pelaku ekspor pun menahan untuk membeli bahan baku ikan dari nelayan dan pembudidaya ikan karena kondisi dinegara tujuan ekspor yang tidak jelas.

Baca juga : http://suhana.web.id/2020/04/17/dampak-covid-19-terhadap-pelaku-perikanan-lokal/

Triwulan 3 2020 : Ekspor Kerapu Mulai Membaik

Data BPS (2020) menunjukkan bahwa dalam periode Triwulan 1-3 2020 total volume ekspor ikan kerapu mencapai 4,04 Ribu Ton atau turun sebesar 25,14% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Sementara itu total nilai ekspor ikan Kerapu periode Triwulan 1-3 2020 mencapai USD 19,97 Juta atau turun sebesar 31,63% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Namun demikian jika dilihat pertumbuhan nilai ekspor per triwulan, terlihat bahwa nilai ekspor ikan kerapu di triwulan 3 2020 mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan dengan triwulan 2 2020.

Gambar 3. Perkembangan Nilai dan Pertumbuhan Ekspor Ikan Kerapu Periode 2019-2020 (Sumber : BPS (2020), diolah

Sementara itu dilihat dari jenis produk ikan Kerapu terlihat bahwa komoditas ikan Kerapu hidup merupakan jenis produk yang mengalami penurunan sangat drastis. Dalam periode triwulan 1-3 2020 rata-rata turun sebesar 56,16% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Sementara itu untuk produk ikan kerapu beku pada periode triwulan 1-3 2020 nilai ekspornya rata-rata mengalami peningkatan sebesar 12,46% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Namun demikian peningkatan ekspor produk ikan kerapu beku belum bisa meningkatkan total ekspor ikan kerapu, karena harga ikan kerapu beku jauh lebih kecil dibandingkan dengan harga ikan kerapu hidup.

Berdasarkan catatan BPS (2020) terlihat bahwa sejak Triwulan 1 2020 hampir sebagian provinsi mengalami penurunan ekspor Kerapu, kecuali Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah dan Papua Barat. Bahkan beberapa provinsi nilai ekspornya turunnya sampai 100% dibandingkan periode yang sama tahun 2019, seperti Provinsi Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, Aceh, Kalimantan Barat dan Lampung.

Arus Perdagangan Ikan Kerapu 2020

Nilai ekspor ikan Kerapu periode Triwulan 1-3 2020 didominasi oleh produk kerapu segar, yaitu mencapai 52,11% dari total nilai ekspor kerapu nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2020 ini ada sedikit pergeseran produk kerapu yang diekspor dari Indonesia dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2019 produk dominan ikan Kerapu yang diekspor dari Indonesia didominasi oleh produk ikan hidup, yaitu mencapai 50,63% dari total ekspor Kerapu tahun 2019. Hal inilah yang menyebabkan penurunan nilai ekspor kerapu (25,14%) tahun 2020 jauh lebih besar dibandingkan dengan penurunan volume ekspor (31,63%).

Produk ikan Kerapu hidup sebagian besar di ekspor ke Hong Kong (91,73%) dan China (5,59%). Produk ikan Kerapu segar sebagian besar di ekspor Malaysia (38,18%), Singapore (23,84%), dan Taiwan (18,03%). Sementara itu produk ikan Kerapu beku sebagian besar di ekspor ke ke China (24,22%), Taiwan (19,20%), Amerika Serikat (12,78%) dan France (12,77%).

Catatan BPS (2020) menunjukan bahwa negara tujuan ekspor ikan kerapu terbesar per triwulan 3 2020 adalah Hong Kong (35,79%), Malaysia (20,76%) dan Singapore (13,63%) dari total nilai ekspor kerapu nasional. Provinsi yang dominan mengekspor ikan kerapu ke Hong Kong adalah Bali, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utaradan Sumatera Utara.

Provinsi yang dominan mengekspor ikan Kerapu ke Malaysia adalah Provinsi Aceh, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara dan Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu provinsi yang dominan mengekspor ikan Kerapu ke Singapore adalah Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat dan Sulawesi Selatan.

Outlook

Ekspor ikan Kerapu pada triwulan 4 2020 diharapkan ada peningkatan, hal ini didorong oleh peningkatan permintaan ikan Kerapu dinegara tujuan ekspor. Suhana (2018) menyatakan bahwa ekspor ikan Kerapu umumnya akan meningkat pada saat menjelang tahun baru Imlek, dan puncaknya satu bulan sebelum perayaan Imlek. Oleh sebab itu diperkirakan ekspor Kerapu Indonesia akan kembali meningkat menjelang akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021. Hal ini seiring juga dengan telah dilonggarkannya kebijakan penanganan Covid-19 di beberapa negara tujuan ekspor, khususnya Hong Kong, China, Malaysia dan Singapore.

Namun demikian, tantangan yang cukup berat saat ini adalah biaya logistik pesawat yang cenderung meningkat. Selama ini pesawat merupakan sarana transportasi ikan Kerapu hidup dan segar dari Indonesia. Oleh sebab itu pemerintah perlu mendorong agar para pemilik Cargo tidak menaikan biaya logistik ikan terlalu tinggi.

Selain itu juga, pemerintah—khususnya Menteri Kelautan dan Perikanan— perlu terus mendorong kebijakan untuk meningkatkan daya serap ikan Kerapu hasil produksi nelayan dan pembudidaya ikan. Hal ini dimaksudkan agar beban biaya produksi para pelaku budidaya ikan kerapu tidak membengkak. Misalnya menyerap/membeli ikan hasil produksi nelayan dan pembudidaya ikan lalu dibagikan sebagai bansos ke masyarakat. Atau pemerintah dapat mempercepat implementasi sistem resi gudang untuk sektor perikanan, sehingga ikan-ikan hasil produksi nelayan dan pembudidaya ikan bisa ditampung dulu di SRG dan dijual lagi ketika harga mulai kembali stabil.

Kontak :

Dr. Suhana (Email : suhana@suhana.web.id)

Unduh : http://suhana.web.id/wp-content/uploads/2020/12/Catatan-Akhir-Tahun-2020-2-Ikan-kerapu.pdf

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *