Ekonomi Perikanan Resesi

Nelayan perempuan pesisir Pangandaran sedang menarik jaring. Mereka tetap bertahan dalam kondisi resesi ekonomi perikanan (Photo : Suhana 2020)

Oleh : Suhana

Badan Pusat Statistik RI pada akhir minggu pertama bulan November ini merelease secara resmi terkait pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2020. Data BPS (2020) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi perikanan Tw 3 2020 terkontraksi lebih dalam lagi, dari -0,63 %(Tw 2) menjadi -1,63 %(Tw 3). Artinya secara teori ketika PDB terkontraksi dalam dua kuartal berturut-turut maka ekonomi mengalami resesi. Nilai PDB Perikanan harga konstan 2010 pada triwulan III 2020 mencapai Rp. 62.783 Milyar. Sementara itu pada triwulan yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp. 63.434,2 Milyar.

Grafik Pertumbuhan Ekonomi Perikanan dan Nasional Periode 2011-2020

BPS (2020) menjelaskan bahwa sektor perikanan mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi lebih dalam pada triwulan 3 karena produksi terhambat dampak penurunan permintaan dan penyerapan ikan budidaya. Artinya penurunan permintaan konsumsi ikan di masyarakat mendorong para produsen ikan (pembudidaya ikan dan nelayan) juga mengerem produksinya.

Hal ini menunjukkan bahwa faktor konsumsi masyarakat sangat besar, sehingga walaupun net ekspor perikanan positip, belum berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menggenjot produksi ikan di era pandemi ini kurang pas, karena yang bermasalah justru penyerapannya, bukan di produksinya. Kalau penyerapan hasil produksi meningkat, aktivitas pembudidaya ikan dan nelayan akan bergairah lagi dalam berproduksi.

Berdasarkan data BPS (2020) terlihat bahwa ekonomi sektor perikanan di triwulan 3 2020 sebetulnya sedikit mengalami peningkatan dibandingkan triwulan 2 2020. Data BPS (2020) menunjukkan bahwa nilai PDB Perikanan triwulan 3 2020 tumbuh sebesar 1,52% dibandingkan triwulan 2 2020. Namun demikian peningkatan kegiatan ekonomi pada triwulan 3 tersebut ternyata belum mampu mengeluarkan sektor perikanan dari “jurang” resesi.

PDB Perikanan Harga Konstan 2010 (Rp. Milyar)

Peningkatan ekonomi sektor perikanan di triwulan 3 2020 juga tercermin dari kegiatan dunia usaha sektor perikanan yang terus membaik, walaupun perbaikkannya tersebut belum sesuai harapan. Suhana (2020) menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survey BI pada triwulan III 2020 menunjukan bahwa nilai Saldo Bersih Tertimbang kegiatan usaha sektor perikanan pada triwulan III 2020 mencapai -0,38 sedikit meningkat dibandingkan dengan triwulan II 2020 yang nilainya mencapai -0,66. Artinya kegiatan usaha sektor perikanan di triwulan III lebih baik dibandingkan triwulan II. BI (2020) memperkirakan kegiatan dunia usaha sektor perikanan di triwulan IV akan lebih baik dibandingkan triwulan III. Membaiknya kegiatan usaha sektor perikanan tersebut didorong oleh faktor cuaca yang mendukung aktivitas perikanan dan kembali meningkatnya permintaan ikan, baik dipasar lokal maupun pasar ekspor.

Baca : http://suhana.web.id/2020/10/15/ekonomi-sektor-perikanan-triwulan-iii-2020/

Keluar Dari Jurang Resesi

Membaiknya kondisi ekonomi perikanan di triwulan 3 2020 ternyata belum mampu menghindari resesi ekonomi di sektor perikanan. Pemerintah dan para pelaku usaha perikanan harus berpikir ekstra agar segera mampu keluar dari jurang resesi ekonomi.

Kebijakan pemerintah pada triwullan 4 ini harus mampu meningkatan serapan hasil produksi para nelayan dan pembudidaya ikan nasional. Hal ini dimaksudkan guna mendorong kembali bergairahnya aktivitas produksi perikanan nasional. Strategi pemerintah untuk mendorong peningkatan produksi ikan nasional akan menjadi sia-sia apabila tidak disiapkan strategi penyerapan hasil produksi perikanan tersebut.

Selain itu juga, khusus bagi para nelayan kecil, pada triwulan 4 ini menghadapi tantangan kondisi cuaca yang kurang bersahabat dalam melakukan penangkapan ikan. Sejak pertengahan Oktober BMKG memperkirakan gelombang tinggi terjadi di wilayah perairan Pantai Selatan Jawa sampai NTB. Berdasarkan hal tersebut berbagai bantuan pemerintah bagi para keluarga nelayan dan pembudidaya ikan kecil hendaknya dapat terus diotimalkan. Hal ini dimaksudkan guna menekan tingkat pengeluaran biaya hidup para keluarga nelayan dan pembudidaya ikan kecil.

Referensi

Suhana. 2020. Ekonomi Perikanan Triwulan III 2020. http://suhana.web.id/2020/10/15/ekonomi-sektor-perikanan-triwulan-iii-2020/

Bank Indonesia 2020. Survey Kegiatan Dunia Usaha Triwulan 3 2020. https://www.bi.go.id/id/publikasi/survei/kegiatan-dunia-usaha/Pages/skdu-triwulan-III-2020.aspx

BPS 2020. Ekonomi Indonesia Triwulan III 2020 Tumbuh 5,05 Persen (q-to-q). https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/11/05/1738/ekonomi-indonesia-triwulan-iii-2020-tumbuh-5-05-persen–q-to-q-.html

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *