Masa Pandemi Covid-19 : Lobster Viet Nam “Kuasai” Pasar China

Lobster (Sumber : https://www.pngdownload.id/png-qdkkw3/)

Pada artikel sebelumnya penulis menyampaikan bahwa dalam periode Januari-Juli 2020 total nilai impor ikan China turun sebesar 34,21% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Dari sepuluh negara pemasok utama produk perikanan ke China ternyata hanya dari Ecuador dan Viet Nam yang mengalami peningkatan nilai impornya, sementara nilai impor dari negara lainnya turun, termasuk nilai impor dari Indonesia. Dalam periode Januari-Juli 2020 nilai impor produk perikanan China dari Ecuador dan Viet Nam tumbuh sebesar 16,51% dan 4,04% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Sementara itu nilai impor ikan China dari Indonesia turun sebesar 15,85% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Baca link berikut :

http://suhana.web.id/2020/09/05/dampak-pandemi-covid-19-impor-ikan-china-dari-indonesia-turun/

Berdasarkan hal tersebut menarik untuk menelusuri lebih detail terkait impor produk perikanan China dari Viet Nam yang mengalami peningkatan di masa pandemik Covid-19 ini. Dengan metode yang sama pada tulisan sebelumnya, data yang dipakai penulis dalam artikel ini bersumber dari www.trademap.org yang diakses pada 4 September 2020. Data yang dianalisis merupakan data impor dan ekspornya produk perikanan China dari seluruh negara pemasok, khususnya dari dan ke Viet Nam. Kode HS yang dianalisis berdasarkan kode HS 8 digit. Pemerintah China sudah mempublikasikan data perdagangan produk perikanan di website International Trade Center (ITC) sampai bulan Juli 2020.

Lobster Viet Nam “Kuasai” Pasar China

Berdasarkan catatan Internasional Trade Center (2020) salah satu produk perikanan impor China yang mengalami peningkatan sangat drastis dari Viet Nam adalah Lobster Panulirus spp. Dalam periode Januari-Juli 2020 total volume impor Lobster Panulirus spp China mencapai 8.062 ton atau turun sebesar 31,85% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Volume impor Lobster Panulirus spp dari sebagian besar negara pemasok ke China mengalami penurunan, kecuali Viet Nam yang naik sangat drastis, yaitu mencapai 550,83%.

Secara volume, Viet Nam dalam periode Januari-Juli 2020 ini menduduki negara terbesar pertama sebagai pemasok Lobster Panulirus spp ke China dengan share mencapai 33,85%. Sementara Indonesia hanya diposisi 5 besar dengan share hanya 1,88%.

Volume Impor Lobster Panulirus spp China Menurut 10 Negara Pemasok Utama Periode Januari-Juli 2020

Sementara itu secara nilai, dalam periode Januari-Juli 2020 nilai impor Lobster Panulirus spp China mencapai USD 276,28 Juta atau turun sebesar 54,32% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Nilai impor LobsterPanulirus spp dari sebagian besar negara pemasok ke China mengalami penurunan, kecuali impor dari Viet Nam yang naik sangat drastis, yaitu mencapai 464,16%.

Secara nilai Viet Nam dalam periode Januari-Juli 2020 ini menduduki negara kedua terbesar sebagai pemasok Lobster Panulirus spp ke China dengan share mencapai 23,37%. Sementara Indonesia hanya diposisi 5 besar dengan share hanya 1,09%. Share nilai impor terbesar pertama adalah dari Autralia yang mencapai 43,86%. Namun demikian nilai impor Lobster Panulirus spp China dari Australia pada periode Januari-Juli 2020 turun sebesar 66,73% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Nilai Impor Lobster Panulirus spp China Menurut 10 Negara Pemasok Utama Periode Januari-Juli 2020

Catatan ITC (2020) terlihat bahwa pasca kebijakan Lockdown Covid-19 di China dibuka kembali, impor China untuk produk Lobster Panulirus spp terus meningkat. Pasokan Lobster Panulirus spp dari Viet Nam terlihat mulai naik sejak Mei 2020 sampai Juli 2020. Pada Juli 2020 pasokan Lobster Panulirus dari Viet Nam di pasar China mencapai 895 ton. Padahal pada bulan Juli 2019 hanya mencapai 18 ton. Akses Viet Nam ke China yang dapat dilalui melalui jalur darat menjadi faktor utama peningkatan pasokan Lobster Panulirus spp dari Viet Nam ke China.

Volume Impor Lobster Panulirus spp China Menurut 5 Negara Pemasok Utama Periode Januari 2019-Juli 2020

Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa kinerja ekspor Lobster Panulirus spp Viet Nam sudah mulai menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, bahkan secara volume pada periode Januari-Juli 2020 sudah jauh mengalahkan Australia dan Indonesia. Pasokan Lobster dari Viet Nam ke pasar China diperkirakan akan semakin meningkat, terlebih pasca Permen KP 12 Tahun 2020 para pelaku pembesaran Lobster di Viet Nam mendapatkan pasokan benih dari Indonesia. Dalam situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan terlihat bahwa total ekspor benih bening lobster Indonesia pasca PermenKP 12 Tahun 2020 mencapai 20.970.503 ekor (Data per tanggal 12 September 2020). Dengan pasokan benih lobster tersebut produk Lobster ukuran konsumsi dari Indonesia di pasar China akan semakin kalah bersaing dengan produk yang sama dari Viet Nam.

IUUF dan Kebutuhan Pasokan Pakan Lobster Viet Nam

Salah satu artikel dalam buku “Lobster : Biology, Fisheries and Aquaculture” yang diterbitkan Springer tahun 2019 lalu menjelaskan bahwa pembudidaya lobster di Viet Nam hampir seluruhnya bergantung pada ikan rucah untuk memberi makan lobster di karamba. Rasio konversi pakan (FCR) dari ikan rucak tersebut sekitar 20: 1 dan dalam beberapa kasus bahkan 50: 1 dalam menggunakan makan ikan rucah tradisional. Artinya untuk membesarkan lobster sampai ukuran 1 kg membutuhkan pasokan ikan rucah sebanyak 20 kg sampai 50 kg.

Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa dengan meningkatnya pasokan benih lobster dari Indonesia ke Viet Nam dalam beberapa waktu kebelakang ini turut mendorong meningkatnya kebutuhan ikan rucah untuk memasok para pembudidaya Lobster. Pasokan ikan rucah selama ini dipenuhi dari hasil tangkapan kapal-kapal penangkap ikan dengan alat tangkap Trawl. Hal tersebut lah yang diduga kuat menjadi pendorong utama meningkatnya aktivitas penangkapan ikan illegal oleh kapal-kapal Trawl Viet Nam di wilayah perairan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, khususnya di wilayah perairan Natuna.

Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa daya saing produk Lobster Panulirus Indonesia akan semakin jauh kalah bersaing dengan produk yang sama dari Viet Nam. Terlebih pembudidaya Lobster di Viet Nam mendapatkan jaminan pasokan benih Lobster dari Indonesia. Akibatnya kapal-kapal trawl Viet Nam semakin berani untuk melakukan aktivitas illegal di perairan Indonesia.

Revisi Aturan Ekspor Benih Lobster

Viet Nam selama ini merupakan salah satu negara pesaing Indonesia di Pasar Lobster Internasional. Sementara itu pasokan benih Lobster di Viet Nam sangat tergantung pada Indonesia, oleh sebab itu dilegalkannya ekspor benih lobster dari Indonesia ke Viet Nam hanya akan berdampak pada meningkatnya daya saing Lobster (Non Benih) Viet Nam dan menurunkan daya saing Lobster (non benih) Indonesia di pasar China.

Pemerintah hendaknya berpihak kepada para pelaku usaha Lobster nasional, oleh sebab itu perlu meninjau kembali kebijakan yang melegalkan ekspor benih Lobster dari wilayah Indonesia. Pemerintah perlu merevisi kembali Permen Kelautan dan Perikanan No 12 Tahun 2020 yang menjadi landasan ekspor benih lobster dari wilayah Indonesia. Tanpa adanya revisi permenKP tersebut dikhawatirkan bisnis lobster Indonesia akan semakin terpuruk. Selain itu juga tindakan tegas terhadap para pelaku IUUF di perairan Indonesia perlu terus dilakukan. Tanpa adanya konsistensi dalam menindak kejahatan perikanan tersebut dikhawatirkan keberlanjutan ekonomi dan sumberdaya ikan Indonesia akan semakin terancam.

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *