April 2020, Lebih dari 70% Provinsi Alami Defisit Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan

Ilustrasi Nelayan Kecil dengan alat tangkap pancing ulur di pesisir pantai Provinsi Lampung. Photo : Suhana

Senin (11/05/2020), BPS merelease perkembangan Nilai Tukar Petani Bulan April, termasuk sektor perikanan menurut provinsi di Indonesia. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa pada bulan April jumlah provinsi yang Nilai Tukar Nelayan (NTN) kurang dari 100 (<100) mencapai 24 provinsi atau sekitar 70,59% dari total Provinsi di Indonesia (34 Provinsi).

NTN Bulan April 2020 Menurut Provinsi

Jumlah provinsi dengan nilai NTN < 100 bulan April tersebut naik sekitar 41,18%  dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 17 provinsi. Secara teori NTN < 100 menunjukan bahwa rumah tangga nelayan kecil mengalami defisit. Kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya. Atau dengan kata lain pendapatan nelayan turun, lebih kecil dari pengeluarannya.

Sebaran Provinsi Bernilai NTN > 100 dan < 100 Pada Bulan April 2020

Lima Provinsi dengan nilai NTN terbesar pada bulan April adalah Papua (108,82), Jambi (105,73), DI Yogyakarta (105,44), Kalimantan Timur (104,04) dan Kepulauan Bangka Belitung (103,08). Sementara lima provinsi dengan nilai NTN terendah pada bulan April adalah DKI Jakarta (95,42), Sulawesi Tenggara (94,67), Jawa Timur (94,26), Nusa Tenggara Timur (94,23), dan Bengkulu (92,67).

NTPi Bulan April 2020 Menurut Provinsi

Sementara itu jumlah provinsi yang memiliki Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) dibawah 100 terus meningkat. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa pada bulan April jumlah provinsi yang NTPi kurang dari 100 (<100) mencapai 25 provinsi atau sekitar 73,53% dari total Provinsi di Indonesia (34 Provinsi).

Jumlah provinsi dengan nilai NTPi < 100 bulan April tersebut meningkat sekitar 31,58 %  dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya 19 provinsi. Secara teori NTPi < 100 menunjukan bahwa rumah tangga pembudidaya ikan kecil mengalami defisit. Kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya. Atau dengan kata lain pendapatan pembudidaya ikan turun, lebih kecil dari pengeluarannya.

Sebaran Provinsi Bernilai NTPi > 100 dan < 100 Pada Bulan April 2020

Lima Provinsi dengan nilai NTPi terbesar pada bulan April adalah Jawa Tengah (105,34), Jawa Barat (103,47), DKI Jakarta (103,02), Papua (102,61) dan Kalimantan Timur (102,57). Sementara lima provinsi dengan nilai NTPi terendah pada bulan April adalah DI Yogyakarta (93,99), Sulawesi Selatan (93,59), Sumatera Barat (93,43), Nusa Tenggara Timur (92,88) dan Sumatera Selatan (91,56).

Berdasarkan hal tersebut pemerintah dan pemerintah daerah perlu meningkatkan perhatian terhadap rumah tangga nelayan dan pembudidaya ikan kecil, khususnya di wilayah-wilayah yang nilai NTN dan NTPi nya kurang dari 100 yang jumlahnya semakin banyak. Hal ini guna terus meningkatkan pendapatan rumah tangga nelayan dan pembudidaya ikan dan menurunkan biaya produksi serta kebutuhan rumah tangganya.***

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *