Triwulan 1 2020 : Kegiatan Industri Perikanan Menurun

Ilustrasi Industri Perikanan. Industri pengolahan perikanan merupakan salah satu aktivitas ekonomi yang menyerap banyak tenaga kerja. Namun demikian pada masa pandemi Covid-19, industri perikanan merupakan salah satu sektor yang terkena dampak penurunan aktivitasnya. (Sumber Photo : www.kkp.go.id)

Oleh : Suhana

Kegiatan industri perikanan pada triwulan 1 2020 terus mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari hasil Survey Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang rutin dilakukan oleh Bank Indonesia. Survey Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) merupakan kegiatan rutin Bank Indonesia sejak 1993 terhadap pelaku usaha dari kelompok menengah keatas berdasarkan nilai produksi/penjualan/penghasilan operasional/jumlah tenaga kerjanya. Hal ini dimaksudkan guna melihat perkembangan kegiatan industri di Indonesia, termasuk industri perikanan.

Saldo Bersih Tertimbang (SBT) Industri Perikanan (%) (Sumber : www.bi.go.id, diakses 20 April 2020)

Hasil Survey Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Triwulan 1 2020 yang di release Bank Indonesia pada 13 April 2020 menunjukan bahwa nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sektor perikanan sebesar -0,40%, turun dibandingkan Triwulan 4 2019 yang mencapai -0,16%.

Pada Triwulan 1 2020 terlihat dari lima sektor yang ada dikelompok pertanian terlihat bahwa sektor perikanan yang memiliki nilai SBT terendah. BI (2020) menyatakan bahwa terjadinya penurunan kegiatan usaha tersebut terutama disebabkan oleh adanya penurunan permintaan dan gangguan pasokan akibat wabah COVID-19.

Kapasitas Industri Terpakai dan Tenaga Kerja Industri Perikanan 

Kapasitas Terpakai Industri Perikanan (%) (Sumber : www.bi.go.id, diakses 20 April 2020)

Sejalan dengan kinerja kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja usaha perikanan pada triwulan I-2020 tercatat lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Kapasitas produksi terpakai sektor perikanan pada triwulan 1 2020 mencapai 71,28%, sementara pada triwulan 4 2019 kapasitas produksi terpakai mencapai 71,67%. Sementara itu nilai SBT tenaga kerja di industri perikanan pada Triwulan 1 2020 sebesar -0,17%, turun dibandingkan Triwulan 4 2019 yang mencapai -0,03%.

Saldo Bersih Tertimbang Tenaga Kerja Perikanan (%) (Sumber : www.bi.go.id, diakses 20 April 2020)

Berdasarkan catatan survey SKDU sebelumnya terliat bahwa kapasitas terpakai  pada industri perikanan akan kembali meningkat pada triwulan 2 dan 3. Dengan meningkatnya kapasitas terpakai tersebut diharapkan serapan tenaga kerja sektor perikanan akan kembali meningkat.

Namun demikian dalam kondisi pandemi Covid-19 di seluruh dunia menyebabkan penurunan permintaan ikan di pasar internasional, khususnya dari negara-negara yang menerapkan kebijakan lockdown, seperti China. Sementara itu permintaan ikan di dalam negeri pun mengalami penurunan, akibatnya harga ikan ditingkat lokalpun mengalami penurunan (Baca juga : https://suhana.web.id/2020/04/17/dampak-covid-19-terhadap-pelaku-perikanan-lokal/).

Oleh sebab itu diperlukan stimulus ekonomi untuk meningkatkan distribusi/penyerapan ikan hasil produksi nelayan, pembudidaya ikan dan industri pengolahan hasil perikanan nasional. Misalnya melalui realokasi anggaran untuk membeli ikan dan produk perikanan nasional. Ikan dan produk perikanan tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat yang terkena dampak kebijakan penanganan covid-19 melalui Bantuan Langsung Pangan.

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *