Ekspor Kepiting-Rajungan di Awal Pandemi Covid-19

Rajungan (Sumber : www.apri.or.id)

Oleh : Suhana

Kepiting-Rajungan merupakan salah satu produk perikanan Indonesia yang memiliki nilai ekspor cukup tinggi. Dalam periode Januari-Februari 2020 volume ekspor kepiting rajungan Indonesia mencapai 4.462 ton atau turun sebesar 1,75% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 (4.542 Ton). Sementara itu nilai ekspor kepiting rajungan dalam periode Januari-Februari 2020 mencapai USD 70.065 Ribu atau naik sebesar 6,81% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 (USD 65.599 Ribu) (BPS 2020).

Namun demikian jika dianalisis lebih detail terlihat bahwa volume ekspor produk kepiting-rajungan hidup dan fresh dalam periode Januari-Februari 2020 mengalami penurunan sebesar 30,65%, sementara nilai turun sebesar 39,29% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019. Berdasarkan data BPS (2020) terlihat produk kepiting-rajungan yang mengalami peningkatan volume dan nilai ekspor adalah produk kepiting-rajungan olahan baik dalam kemasan kedap udara ataupun tidak dalam kemasan kedap udara.

Tabel 1. Ekspor Kepiting-Rajungan Indonesia Menurut Jenis Produk Periode Januari-Februari

Sumber : www.bps.go.id, diakses 6-04-2020, diolah

Pelabuhan/Bandara Muat

Berdasarkan data BPS (2020) terlihat bahwa dalam periode Januari-Februari 2020 aktivitas muat ekspor kepiting-rajungan di Pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Emas, Tanjung Priok dan Belawan mengalami peningkatan. Peningkatan tertinggi terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Emas dan Belawan, yaitu mencapai 33,10%, 30,92% dan 24,57% jika dibandingkan volume ekspor periode yang sama tahun 2019.

Sementara itu aktivitas muat volume ekspor di Bandara Soekarno-Hatta dalam periode Januari-Februari 2020 turun sebesar 46,93% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019. Bahkan beberapa Bandara yang pada periode Januari-Februari 2019 masih melakukan ekspor, sementara tahun 2020 tidak melakukan ekspor produk kepiting-rajungan, yaitu Bandara Blang Bintang, Husein Sastranegara, Padang dan Tarakan (BPS 2020).

Berdasarkan data BPS (2020) terlihat bahwa dalam periode Januari-Februari 2020 pelabuhan/bandara utama pemasok ikan ke Amerika Serikat adalah Pelabuhan Tanjung Perak (37,42%), Tanjung Emas (25,12%), Tanjung Priok (21,83%), Belawan (7,96%) dan Panjang (5,89%). Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa aktivitas industri pengolahan kepiting-rajungan di Pulau Jawa relatif masih berjalan dengan baik, kecuali pelaku ekspor kepiting hidup dan segar.

Tabel 2. Ekspor Kepiting-Rajungan Indonesia Menurut Pelabuhan/Bandara Muat Periode Januari-Februari

Sumber : www.bps.go.id, diakses 6-04-2020, diolah

Negara Tujuan Ekspor

Berdasarkan data BPS (2020) terlihat bahwa dalam periode Januari-Februari 2020 tujuan ekspor utama adalah pasar Amerika Serikat. Volume ekspor produk kepiting-rajungan ke Amerika Serikat dalam periode Januari-Februari 2020 mencapai 2.671 ton atau 59,86% dari total volume ekspor kepiting-rajungan Indonesia. Volume ekspor kepiting-rajungan ke Amerika Serikat tersebut tumbuh sebesar 23,38% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Sementara itu volume ekspor produk kepiting-rajungan ke China dalam periode Januari-Februari 2020 mengalami penurunan sebesar 47,32% jika dibandingkan volume ekspor pada periode yang sama tahun 2019. Walaupun demikian share volume ekspor kepiting-rajungan ke China mencapai 12,44% dari total volume ekspor kepiting-rajungan Indonesia atau kedua terbesar setelah volume ekspor ke Amerika Serikat. Berdasarkan data BPS (2020) terlihat bahwa dalam periode Januari-Februari 2020 volume ekspor ke beberapa negara tujuan ekspor mengalami penurunan yang tinggi, yaitu Jepang (turun 37,47%), United Kingdom (turun 32,78%), Australia (turun 36,62%), Hong Kong (turun 33,14%) dan Korea Selatan (turun 63,56%).

Tabel 3. Ekspor Kepiting-Rajungan Indonesia Menurut Negara Tujuan Ekspor Periode Januari-Februari

Sumber : www.bps.go.id, diakses 6-04-2020, diolah

Pemasok Utama Kepiting-Rajungan di USA

Berdasarkan catatan National Marine Fisheries Service (NMFS 2020) terlihat bahwa Indonesia merupakan negara kedua terbesar pemasok kepiting-rajungan dipasar USA setelah Rusia. DAlam periode Januari-Februari 2020 share volume impor kepiting-rajungan USA dari Indonesia mencapai 21,32% dibandingkan total volume impor kepiting-rajungan USA. Volume impor kepiting-rajungan USA dari Indonesia dalam periode Januari-Februari 2020 tumbuh sebesar 27,86% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Sementara itu share volume impor kepiting-rajungan USA dari Rusia dalam periode Januari-Februari 2020 mencapai 30,13% dari total volume impor kepiting-rajungan USA. Volume impor kepiting-rajungan USA dari Rusia dalam periode Januari-Februari 2020 turun sebesar 7,38% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Outlook

Berdasarkan hasil analisis terlihat bahwa produk kepiting-rajungan yang masih bertahan dalam pandemik Covid-19 ini adalah produk olahan. Sementara itu produk kepiting-rajungan hidup dan fresh cenderung menurun. Oleh sebab itu dalam beberapa bulan kedepan sebaiknya para pelaku ekspor produk kepiting-rajungan Indonesia dapat beradaftasi atas produk kepiting-rajungan yang akan diekspor.

   Send article as PDF   

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *