Februari 2020 : Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan Provinsi Anjlok

Ilustrasi. Nelayan Kecil Penangkap Lobster Ukuran Konsumsi (Sumber : Suhana)

Kamis (5/03/2020), BPS merelease perkembangan Nilai Tukar Petani Bulan Februari, termasuk sektor perikanan menurut provinsi di Indonesia. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa pada bulan Februari jumlah provinsi yang Nilai Tukar Nelayan (NTN) kuran dari 100 (<100) mencapai 18 provinsi atau sekitar 52,94% dari total Provinsi di Indonesia (34 Provinsi).

NTN Bulan Januari-Februari Menurut Provinsi (BPS, 2020, diolah Suhana)

Jumlah provinsi dengan nilai NTN < 100 bulan Februari tersebut meningkat sekitar 38,46%  dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya 13 provinsi. Secara teori NTN < 100 menunjukan bahwa rumah tangga nelayan kecil mengalami defisit. Kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya. Atau dengan kata lain pendapatan nelayan turun, lebih kecil dari pengeluarannya.

Lima Provinsi dengan nilai NTN terbesar pada bulan Februari adalah Papua (110,41), Jambi (106,73), Kepulauan Bangka Belitung (106,61), Maluku (105,04) dan Kalimantan Timur (103,96). Sementara lima provinsi dengan nilai NTN terendah pada bulan Februari adalah DKI Jakarta (96,74), Aceh (96,62), Nusa Tenggara Timur (95,97), Papua Barat (95,58), dan Bengkulu (90,23).

Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi)

Hal yang sama terjadi pada Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi). Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa pada bulan Februari jumlah provinsi yang NTPi kuran dari 100 (<100) mencapai 17 provinsi atau sekitar 50% dari total Provinsi di Indonesia (34 Provinsi).

NTPi Bulan Februari Menurut Provinsi (BPS, 2020, diolah Suhana)

Jumlah provinsi dengan nilai NTPi < 100 bulan Februari tersebut meningkat sekitar 30,77%  dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya 13 provinsi. Secara teori NTPi < 100 menunjukan bahwa rumah tangga pembudidaya ikan kecil mengalami defisit. Kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya. Atau dengan kata lain pendapatan pembudidaya ikan turun, lebih kecil dari pengeluarannya.

Lima Provinsi dengan nilai NTPi terbesar pada bulan Februari adalah Jawa Tengah (109,09), Jawa Barat (104,47), Kepulauan Riau (103,91), Kalimantan Barat (103,37) dan Kalimantan Utara (102,91). Sementara lima provinsi dengan nilai NTPi terendah pada bulan Februari adalah Riau (94,80), Aceh (94,44), DI Yogyakarta (94,31), Sumatera Barat (93,94), dan Sumatera Selatan (93,55).

Berdasarkan hal tersebut pemerintah dan pemerintah daerah perlu meningkatkan perhatian terhadap rumah tangga nelayan dan pembudidaya ikan kecil, khususnya di wilayah-wilayah yang nilai NTN dan NTPi nya kurang dari 100. Hal ini guna terus meningkatkan pendapatan rumah tangga nelayan dan pembudidaya ikan dan menurunkan biaya produksi serta kebutuhan rumah tangganya.***

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *