Fishnomics : Kinerja Ekspor Perikanan Sumatera Selatan 2018

Oleh : Suhana

Tulisan ini merupakan lanjutan dari beberapa tulisan sebelumnya terkait kinerja ekonomi perikanan menurut provinsi di Indonesia. Edisi kali ini penulis membahas tentang kinerja ekspor perikanan Provinsi Sumatera Selatan.

***

Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi pengekspor produk perikanan di wilayah Pulau Sumatera. Kontribusi nilai ekspor perikanan Sumatera Selatan terhadap total nilai ekspor perikanan Indonesia dalam periode 2012-2018 relatif masih kecil, yaitu rata-rata sebesar 0,34 %. Dalam periode 2012-2018 rata-rata volume ekspor perikanan dari Provinsi Sumatera Selatan tumbuh sebesar 5,17%, namun secara nilai rata-rata turun sebesar 3,26% pertahun. Volume ekspor perikanan Sumatera Selatan Tahun 2012 mencapai 1,96 ribu ton dan tahun 2018 menjadi 2,29 ribu ton. Sementara nilai ekspor tahun 2012 mencapai 16,65 juta USD, dan tahun 2018 menjadi 13,23 juta USD. Secara grafis perkembangan ekspor perikanan Sumatera Selatan dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Perkembangan Volume dan Nilai Ekspor Perikanan Sumatera Selatan

Sumber : BPS 2019

Berdasarkan data BPS (2019) terlihat bahwa dalam periode 2012-2018 terjadi perubahan kontribusi komoditas perikanan yang diekspor dari Sumatera Selatan. Tahun 2012 komoditas terbesar yang diekspor dari Sumatera Selatan adalah udang (65,93%) dan Paha Kodok (27,56%). Sementara pada tahun 2018 komoditas terbesar adalah Sidat (46,96%), Udang (23,69%) dan Paha Kodok (17,62%). Menurun nya kontribusi udang terlihat sangat berpengaruh kuat terhadap penurunan nilai ekspor perikanan Sumatera Selatan. Secara grafis perkembangan kontribusi volume ekspor perikanan Sumatera Selatan menurut jenis komoditas dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Share Volume Ekspor Perikanan Sumatera Selatan Menurut Jenis Komoditas

Selain itu juga, tujuan negara ekspor produk perikanan Sumatera Selatan juga mengalami perubahan. Dalam periode 2012-2018 terjadi perubahan negara tujuan ekspor komoditas perikanan yang diekspor dari Sumatera Selatan. Tahun 2012 tujuan ekspor terbesar dari Sumatera Selatan adalah Japan (40,10%), France (27,55%), Belgium (10,23%) dan USA (8,79%). Sementara pada tahun 2018 negara tujuan ekspor terbesar adalah.China (22,33%), Hong Kong (26,75%), Japan (15,45%), Belgium (10,68%) dan France (9,66%). Secara grafis perubahan share volume ekspor perikanan Sumatera Selatan menurut negara tujuan dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Share Volume Ekspor Perikanan Sumatera Selatan Menurut Negara Tujuan

Perubahan yang sama juga terlihat dari pelabuhan/bandara muat ekspor produk perikanan. Dalam periode 2012-2018 terjadi perubahan labuhan/bandara muat ekspor komoditas perikanan yang diekspor dari Sumatera Selatan. Tahun 2012 pelabuhan/bandara muat utama adalah Pelabuhan sungai Musi (66,85%) dan Tanjung Priok (33,15%). Sementara pada tahun 2018 pelabuhan/bandara muat utama adalah Bandara Soekarno-Hatta (46,97%), Pelabuhan sungai Musi (43,01%) dan Tanjung Priok (8,46%) (Gambar 4).

Gambar 4. Share Volume Ekspor Perikanan Sumatera Selatan Menurut Pelabuhan/Bandara Muat

Dalam periode 2012-2018 terjadi perubahan bentuk komoditas perikanan yang diekspor dari Sumatera Selatan. Tahun 2012 komoditas perikanan yang diekspor dari Sumatera Selatan lebih dominan dalam bentuk beku (65,93%) dan Segar (27,56 %). Sementara tahun 2018 komoditas perikanan yang diekspor dari Sumatera Selatan lebih dominan dalam bentuk hidup (48,18%), beku (23,97%) dan Segar (17,62 %).

Gambar 5. Share Volume Ekspor Perikanan Sumatera Selatan Menurut Bentuk Produk

Arus Perdagangan Perikanan Sumatera Selatan

Tahun 2018 ekspor perikanan Sumatera Selatan dari Pelabuhan Sungai Musi dikirim ke negara Japan (31,15%), Belgium (24,83%), France (22,46%), Viet Nam (12,18%), Singapore (4,71%), USA (3,25%) dan Hong Kong (1,42%). Komoditas ikan dari Bandara Badaruddin dikirim ke Singapore (74,08%) dan Malaysia (25,92%). Komoditas ikan dari Bandara Soekarno Hatta dikirim ke Hong Kong (55,03%), China (44,62%) dan Singapore (0,35%). Komoditas ikan dari Pelabuhan Tanjung Priok dikirim ke Viet Nam (41,84%), Japan (24,26%), China (16,24%), Philippines (4,03%), Hong Kong (3,45%) dan USA (7,08%)

Tabel 1. Arus Perdagangan Perikanan Sumatera Selatan Menurut Pelabuhan Asal dan Negara Tujuan Tahun 2018

Tahun 2018 komoditas Catfish dari Sumatera Selatan 100% diekspor ke Malaysia. Komoditas ikan hias diekspor ke Singapore (83,11%) dan Malaysia (16,89%)., Paha Kodok diekspor ke Belgium (60,61%) dan France (39,39%). Rajungan-Kebiting 100 % diekspor ke Singapore. Sidat diekspor ke Hongkong (55,04%), China (44,64%) dan Singapore (0,32%). Udang diekspor ke Japan (65,20%), France (11,48%), Singapore (9,65%) dan USA (8,43%).

Tabel 2. Arus Perdagangan Perikanan Sumatera Selatan Menurut Jenis Produk dan Negara Tujuan Tahun 2018

Tahun 2018 komoditas Catfish dari Sumatera Selatan 100% diekspor dalam bentuk beku. Komoditas ikan hias yang diekspor dari Sumsel 100 % merupakan ikan hias air tawar. Paha Kodok diekspor dalam bentuk segar (100%). Sidat diekspor dalam bentuk hidup (100%) dan udang dalam bentuk beku (100%).

Tabel 3. Share Perdagangan Perikanan Sumatera Selatan Menurut Jenis Produk dan Bentuk Produk Tahun 2018

***

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *