Peta Ekspor Komoditas Perikanan Indonesia 2018 : Kontribusi Sumatera Utara Meningkat

Please follow and like us:
10

Oleh : Suhana

Pada seri pertama penulis sudah menguraikan kinerja ekspor perikanan Indonesia dalam periode 2012-2017 untuk Provinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD) (lihat di : http://suhana.web.id/2018/04/14/peta-ekspor-komoditas-perikanan-indonesia-2018-kontribusi-aceh-terus-meningkat/). Pada seri kedua ini penulis akan mengulas kinerja ekspor perikanan dari Provinsi Sumatera Utara dalam periode yang sama. 
 
Sama seperti ulasan sebelumnya, dalam ulasan saat ini akan diulas terkait (1) perkembangan perdagangan komoditas perikanan dalam periode 2012-2017; (2) kontribusi perdagangan provinsi terhadap total ekspor perikanan Indonesia; (3) Komoditas ikan utama yang diperdagangkan dari wilayah provinsi; (4) Pelabuhan muat ekspor; dan (5) negara tujuan ekspor komoditas perikanan. 
 
Setalah semua peta ekspor perikanan setiap provinsi diulas, diharapkan dapat menggambarkan peta perdagangan komoditas perikanan Indonesia saat ini. Sehingga dapat memberikan masukan dalam pengembangan ekspor perikanan di masa yang akan datang berbasiskan keunggulan masing-masing provinsi.
 
***
Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki potensi ekonomi perikanan yang cukup besar. Namun demikian kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Sumatera Utara relatif masih kecil, bahkan dalam periode 2010-2013 terus mengalami penurunan. Data BPS (2017) menunjukkan kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Sumatera Utara tahun 2010 mencapai 2,22 % dan tahun 2013 menurun menjadi 2,13 %. Namun demikian, pada periode 2014-2016 kontribusi sektor perikanan kembali meningkat, walaupun masih dibawah capaian tahun 2010. Pada tahun 2016 kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Sumatera Utara mencapai 2,16 %.  
 
Membaiknya kinerja ekonomi perikanan Provinsi Sumatera Utara ditunjukan juga dengan terus membaiknya pertumbuhan ekonomi perikanan. Rata-rata pertumbuhan ekonomi perikanan Sumatera Utara dalam periode 2010-2016 mencapai 5,34 % pertahun. Tahun 2010 pertumbuhan ekonomi perikanan mencapai 4,59 % dan tahun 2016 meningkat menjadi 5,74 %.
 
Sementara itu pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara mencapai 6,66 % dan tahun 2017 turun menjadi 5,17 %. Artinya pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi perikanan berada di bawah pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara, sementara pada tahun 2016 terjadi sebaliknya, dimana pertumbuhan ekonomi sektor perikanan berada diatas pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.
 
Meningkatnya kinerja ekonomi perikanan Provinsi Sumatera Utara tercermin juga dari terus meningkatnya kinerja ekspor komoditas perikanan dari wilayah tersebut. Hal ini dibuktikan dalam tiga tahun terakhir kinerja ekspor perikanan Provinsi Sumatera Utara mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 
 
Berdasarkan data BPS (2018) terlihat bahwa nilai ekspor komoditas perikanan Provinsi Sumatera tahun 2017 mencapai 355 juta USD atau naik sebesar 14,56 persen dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 310 juta USD. Sementara itu secara volume, ekspor perikanan Provinsi Sumatera Utara tahun 2017 mencapai 69,92 ribu ton atau turun 10,26 persen dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 77,91 ribu ton. Secara rinci perkembangan ekspor perikanan Provinsi Sumatera Utara dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Perkembangan Ekspor Komoditas Perikanan Provinsi Sumatera Utara
Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa meningkatnya kinerja nilai ekspor perikanan Provinsi Sumatera Utara berdampak terhadap peningkatan kontribusi Provinsi Sumatera Utara tehadap total nilai ekspor perikanan Indonesia. Pada tahun 2017 kontribusi nilai ekspor perikanan provinsi Sumatera Utara terhadap total nilai ekspor perikanan nasional mencapai 7,87 %. Kontribusi ini merupakan kontribusi tertinggi dalam enam tahun terakhir. 
 
Tabel 1. Share Ekspor Komoditas Perikanan Provinsi Aceh Terhadap Total Ekspor Perikanan Indonesia
 
Komoditas Unggulan Ekspor
Berdasarkan analisis market share terlihat bahwa komoditas Udang, Cumi-Sotong-Gurita, Tilapia, Rajungan-Kepiting dan TTC merupakan lima komoditas utama ekspor dari Provinsi Sumatera Utara. Dalam periode 2012-2017 rata-rata share volume ekspor kelima komoditas utama tersebut terhadap total ekspor komoditas perikanan Provinsi Sumatera Utara secara berturut-turut adalah 13,14 %, 21,46 %, 13,70 %, 4,04 % dan 9,59%. Sementara itu secara nilai, rata-rata share nilai ekspor kelima komoditas utama tersebut terhadap total ekspor komoditas perikanan Provinsi Sumatera Utara secara berturut-turut adalah 26,81 %, 16,60 %, 21,29 %, 11,59 % dan 9,08 %. Secara detail share ekspor komoditas perikanan Provinsi Sumatera Utara dalam periiode 2012-2017 dapat dilihat pada Tabel 2.
 
Tabel 2. Share Ekspor Perikanan Provinsi Sumatera Utara Menurut Komoditas
 
Pelabuhan Muat
Berdasarkan data BPS (2018) terlihat bahwa pelabuhan dan bandara muat ekspor komoditas perikanan Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2017 sebagian besar dilakukan dari Pelabuhan Belawan Provinsi Sumatera Utara.Pada tahun 2017 sekitar 91,72 persen volume ekspor komoditas perikanan Provinsi Sumatera Utara dimuat di Pelabuhan Belawan Provinsi Sumatera Utara (Lihat Tabel 3). 
Komoditas perikanan yang diekspor melalui Pelabuhan Belawan adalah komoditas perikanan dalam bentuk beku,sehingga memerlukan kontainer untuk mengangkut dalam kapasitas besar. 
 
Tabel 3. Share Ekspor Perikanan Provinsi Sumatera Utara Menurut Pelabuhan Muat
 
Negara Tujuan Ekspor
Berdasarkan data BPS (2018) terlihat bahwa pada tahun 2017 komoditas perikanan dari Provinsi Sumatera Utara lebih dominan di ekspor ke tiga wilayah, yaitu Amerika Serikat, Uni Eropa dan ASEAN. Volume ekspor komoditas perikanan ke Amerika Serikat pada tahun 2017 mencapai 24,53 % dari total ekspor perikanan Provinsi Sumatera Utara. Secara detail share ekspor perikanan Provinsi Sumatera Utara menurut negara tujuan dapat dilihat pada Tabel 4.
 
Tabel 4. Share Ekspor Perikanan Provinsi Sumatera Utara Menurut Negara Tujuan 
 
Penutup
Membaiknya ekonomi perikanan Provinsi Sumatera Utara dalam tiga tahun terakhir hendaknya terus dijaga dan ditingkatkan dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan peran aktif dan kerjasama yang baik dari para pelaku usaha, nelayan, pembudidaya ikan, pemerintah, dan tokoh masyarakat lainnya.
www.pdf24.org    Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *