Peta Ekspor Komoditas Perikanan Indonesia 2018 : Kontribusi Aceh Terus Meningkat

Please follow and like us:
5
Oleh : Suhana
 
Kinerja ekspor perikanan Indonesia dalam periode 2012-2017 di beberapa provinsi mengalami fluktuasi yang signifikan. Pada bulan Maret 2018 penulis mencoba menganalisis perkembangan kinerja perdagangan komoditas perikanan di 34 provinsi yang ada di Indonesia. Data yang dipakai oleh penulis bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (2018), BKIPM Kementerian Kelautan dan Perikanan (2018) dan sumber lainnya yang relevan. 
Hasil analisis tersebut akan penulis coba uraikan dalam beberapa tulisan berseri menurut provinsi. Setiap provinsi akan diulas terkait (1) perkembangan perdagangan komoditas perikanan dalam periode 2012-2017; (2) kontribusi perdagangan provinsi terhadap total ekspor perikanan Indonesia; (3) Komoditas ikan utama yang diperdagangkan dari wilayah provinsi; (4) Pelabuhan muat ekspor; dan (5) negara tujuan ekspor komoditas perikanan. Diharapkan ulasan ini dapat menggambarkan peta perdagangan komoditas perikanan Indonesia saat ini. Ulasan pertama penulis mulai dari Provinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD)
 
***
 
Provinsi Nanggro Aceh Darussalam—selanjutnya disebut Provinsi Aceh— merupakan salah satu wilayah paling barat Indonesia yang memiliki potensi ekonomi perikanan yang cukup besar. Namun demikian kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Aceh relatif masih kecil, bahkan dalam periode 2012-2014 terus mengalami penurunan. Data BPS (2017) menunjukkan kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Aceh mencapai 4,53 % dan tahun 2014 menurun menjadi 4,42 %. Hal ini seiring terus menurunnya pertumbuhan ekonomi perikanan dalam periode 2012-2014. Data BPS (2017) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi perikanan Provinsi Aceh tahun 2012 mencapai 3,50 % dan tahun 2014 menurun drastis menjadi negatif 0,32 %. 
 
Namun demikian dalam sejak tahun 2015 kontribusi dan pertumbuhan ekonomi perikanan Aceh kembali mengalami peningkatan, seiring dengan ketegasan dan konsistensi pemerintah dalam menindak kejahatan perikanan—IUU Fishing–diseluruh perairan Indonesia. Selain itu juga dorongan pemerintah untuk meningkatkan peran serta pelaku perikanan lokal semakin tinggi. 
 
Meningkatnya ekonomi perikanan Provinsi Aceh sejak tahun 2015 tercermin juga dari terus meningkatnya kinerja ekspor komoditas perikanan Provinsi Aceh. Hal ini dibuktikan dalam tiga tahun terakhir kinerja ekspor perikanan Provinsi Aceh mengalami peningkatan yang sangat signifikan. 
 
Gambar 1. Perkembangan Ekspor Komoditas Perikanan Provinsi Aceh (Sumber : BPS 2018)
Berdasarkan data BPS (2018) terlihat bahwa volume ekspor komoditas perikanan Provinsi Aceh tahun 2017 mencapai 1,48 ribu ton atau naik sebesar 737 persen dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 0,18 ribu ton. Sementara itu secara nilai, ekspor perikanan Provinsi Aceh tahun 2017 mencapai 6,03 juta US$ atau naik 546,12 persen dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 0,93 juta US$. Secara rinci perkembangan ekspor perikanan Provinsi Aceh dapat dilihat pada Gambar 1.
 
Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa meningkatnya kinerja ekspor perikanan Provinsi Aceh berdampak terhadap peningkatan kontribusi Provinsi Aceh tehadap total ekspor perikanan Indonesia, walaupun masih dibawah 1 persen. Pada tahun 2017 kontribusi ekspor perikanan provinsi Aceh terhadap total ekspor perikanan nasional mencapai 0,13 %. Kontribusi ini merupakan kontribusi tertinggi dalam enam tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam memerangi kejahatan perikanan IUU Fishing memberikan dampak positp bagi perkembangan ekonomi perikanan Provinsi Aceh.
 
Tabel 1. Share Ekspor Komoditas Perikanan Provinsi Aceh Terhadap Total Ekspor Perikanan Indonesia
Sumber : BPS 2018,diolah
 
Komoditas Unggulan Ekspor
Berdasarkan analisis market share berdasarkan komoditas perikanan terlihat bahwa komoditas Tuna-Tongkol-Cakalang (TTC) dan Kerapu merupakan dua komoditas utama ekspor dari Provinsi Aceh. Dalam periode 2012-2017 rata-rata share volume ekspor komoditas TTC mencapai 42,48 % dan share Kerapu mencapai 18,55 % terhadap total ekspor komoditas perikanan Provinsi Aceh. Sementara itu secara nilai, share komoditas TTC dalam periode 2012-2017 rata-rata mencapai 44,37 % dan kerapu mencapai 32,51 % terhadap total ekspor komoditas perikanan Provinsi Aceh. 
 
Dalam dua tahun terakhir (2016-2017) terdapat komoditas yang mengalami peningkatan sangat signifikan, yaitu komoditas Cumi-Sotong-Gurita dan Udang. Pada tahun 2017 share volume ekspor komoditas Cumi-Sotong-Gurita mencapai 19,39% dengan share nilai mencapai 23,94 % terhadap total ekspor komoditas perikanan Provinsi Aceh. Sementara itu share volume ekspor komoditas Udang pada tahun 2017 mencapai 4,80% dengan share nilai mencapai 9,36 % terhadap total ekspor komoditas perikanan Provinsi Aceh. Secara detail share ekspor komoditas perikanan Provinsi Aceh dalam periiode 2012-2017 dapat dilihat pada Tabel 2.
 
Tabel 2. Share Ekspor Perikanan Provinsi Aceh Menurut 10 Komoditas Utama
Sumber : BPS 2018,diolah
Berdasarkan data BPS (2018) terlihat bahwa komoditas perikanan yang di ekspor dari Provinsi Aceh sebagian besar diekspor dalam bentuk beku, hidup, segar dan daging ikan lainnya. Komoditas ikan dalam bentuk beku dan hidup sangat mendominasi ekspor komoditas perikanan dari Provinsi Aceh. Dalam periode 2012-2017 rata-rata volume ekspor komoditas ikan dalam bentuk beku mencapai 49,05 % dan bentuk hidup mencapai 18,39 % dari total ekspor perikanan Provinsi Aceh.
 
Pelabuhan/Bandara Muat
Berdasarkan data BPS (2018) terlihat bahwa pelabuhan dan bandara muat ekspor komoditas perikanan Provinsi Aceh pada tahun 2017 sebagian besar dilakukan dari Pelabuhan Belawan Provinsi Sumatera Utara dan Bandara Blang Bintang Provinsi Aceh. Pada tahun 2017 sekitar 87,32 persen volume ekspor komoditas perikanan Provinsi Aceh dimuat di Pelabuhan Belawan Provinsi Sumatera Utara dan sekitar 6,44 % dimuat di Bandara Blang Bintang Provinsi Aceh (Lihat Tabel 3). 
 
Tabel 2. Share Ekspor Perikanan Provinsi Aceh Menurut 10 Pelabuhan/Bandara Muat Utama
Sumber : BPS 2018,diolah
Komoditas perikanan yang diekspor melalui Pelabuhan Belawan adalah komoditas perikanan dalam bentuk beku,sehingga memerlukan kontainer untuk mengangkut dalam kapasitas besar. Sementara komoditas perikanan yang diekspor melalui Bandara Udara Blang Bintang adalah komoditas perikanan dalam bentuk hidup dan segar. Hal ini disebabkan kecepatan sampai negara tujuan menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas komoditas perikanan hidup dan segar.
 
Negara Tujuan Ekspor
Berdasarkan data BPS (2018) terlihat bahwa pada tahun 2017 komoditas perikanan dari Provinsi Aceh diekspor ke 20 negara tujuan. Hal ini sangat menarik, mengingat sampai tahun 2016 ekspor komoditas perikanan dari Provinsi Aceh rata-rata hanya diekspor ke lima negara saja. Namun demikian pada tahun 2017 ekspor komoditas perikanan dari Provinsi Aceh telah menyebar negara-negara lainnya, khususnya ke negara-negara yang ada di wilayah Eropa. Hal ini merupakan modal yang sangat baik untuk terus mengembangkan pasar komoditas perikanan dari Provinsi  Aceh di masa yang akan datang. 
 
Pada tahun 2017 negara tujuan utama ekspor perikanan dari Provinsi Aceh masih didominasi ke negara yang menjadi pasar tradisional, yaitu Thailand, Malaysia, Hongkong dan Singapore. Volume ekspor komoditas perikanan ke Thailand pada tahun 2017 mencapai 56,07 % dari total ekspor perikanan Provinsi Aceh. Secara detail share ekspor perikanan Provinsi Aceh menurut negara tujuan dapat dilihat pada Tabel 4.
 
Tabel 2. Share Ekspor Perikanan Provinsi Aceh Menurut 10 Negara Tujuan Utama
Sumber : BPS 2018,diolah
Penutup
Membaiknya ekonomi perikanan Provinsi Aceh dalam tiga tahun terakhir hendaknya terus dijaga dan ditingkatkan dengan baik dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya ikan. Kelestarian sumberdaya ikan merupakan kunci utama keberlanjutan ekonomi perikanan. Oleh sebab itu diperlukan peran aktif dan kerjasama yang baik dari para pelaku usaha, nelayan, pembudidaya ikan, pemerintah, tokoh adat (Panglima Laot) dan tokoh masyarakat lainnya dalam menjaga dan melestarikan ekonomi perikanan di Provinsi Aceh.
www.pdf24.org    Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *