Perdagangan Komoditas Ikan Indonesia-Amerika Serikat

Please follow and like us:
6

Oleh : Suhana

* Tulisan ini merupakan seri Kajian Penulis terkait Perdagangan Internasional Komoditas Perikanan Indonesia 

 
Amerika Serikat merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama komoditas perikanan Indonesia. Dalam periode 2012-2017 rata-rata share volume ekspor komoditas perikanan ke USA mencapai 13,98 % dari total ekspor komoditas perikanan Indonesia ke seluruh negara, sementara itu share nilai ekspornya mencapai 36,18 % pertahun. Artinya USA memiliki peranan yang signifikan terhadap pasar komoditas Ikan Indonesia dipasar internasional. 
Oleh sebab itu kajian mandiri ini menjadi sangat penting guna memetakan perkembangan perdagangan komoditas perikanan Indonesia dan Amerika. Kajian mandiri ini diharapkan dapat mengetahui (1) perkembangan ekspor komoditas perikanan Indonesia ke USA; (2) Komoditas perikanan unggulan ekspor Indonesia ke USA; (3) Tarif impor komoditas perikanan di USA; (4) Provinsi-Provinsi mana saja yang melakukan ekspor komoditas perikanan ke USA; (5) Pelabuhan/Bandara Udara utama yang menjadi titik ekspor ke USA.
Penelitian mandiri ini menggunakan metode deskriptif, sementara metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pangsa pasar (share) dan pertumbuhan ekspor. Data yang digunakan dalam penelitian mandiri ini adalah Statistik Perdagangan Internasional yang dipublikasi oleh Badan Pusat Statistik dalam periode 2012-2017. Sementara itu data tariff impor di negara USA menggunakan data yang ada di http://tariffdata.wto.org/default.aspx.
 
Pertumbuhan Ekspor Komoditas Perikanan
Gambar 1. Perkembangan Ekspor Komoditas Perikanan Indonesia ke USA

Dalam periode 2012-2017 pertumbuhan volume ekspor komoditas ikan Indonesia ke USA rata-rata mencapai 7,25 %, sementara pertumbuhan nilai rata-rata mencapai 11,38%. Pada tahun 2012 volume ekspor komoditas ikan Indonesia ke USA mencapai 133.541 ton dengan nilai mencapai US$ 1,15 milyar. Pada tahun 2017 volume ekspor komoditas ikan Indonesia ke USA meningkat cukup drastis menjadi 186.045 ton dengan nilai mencapai US$ 1,82 milyar. (Lihat Gambar 1). Pertumbuhan ekspor komoditas ikan yang baik ini hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mengoptimalkan peran perikanan terhadap ekonomi nasional Indonesia.

 
Komoditas Unggulan
Berdasarkan data BPS (2018) terlihat bahwa komoditas Udang, Rajungan dan Kepiting merupakan komoditas utama ekspor Indonesia ke USA. Dalam periode 2012-2017 share rata-rata volume ekspor udang ke USA mencapai 58,12 % dari total volume ekspor komoditas perikanan Indonesia ke USA. Sedangkan share nilainya dalam periode yang sama mencapai 59,91 %. Sementara itu share rata-rata volume ekspor komoditas Rajungan dan Kepiting Indonesia ke USA dalam periode 2012-2017 mencapai 7,37 % dari total volume ekspor komoditas perikanan Indonesia ke USA. Sedangkan share nilainya rata-rata mencapai 15,90 %. Komoditas ikan lainnya yang memiliki share yang tinggi adalah ikan Tilapia, Cumi, Sotong,Gurita, Rumput Laut, dan Tepung Ikan. Secara lengkap bisa dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Sepuluh Komoditas Perikanan Utama ekspor Indonesia ke USA
Dengan membaiknya nilai ekspor komoditas perikanan tersebut diharapkan pendapatan para nelayan dan pembudidaya ikan nasional dapat terus meningkat. 
Selain itu juga, komoditas udang dan Rajungan-Kepiting memiliki pertumbuhan ekspor yang cukup tinggi. Dalam periode 2012-2017 rata-rata volume ekspor komoditas udang tumbuh mencapai 7,27 % pertahun, sementara nilai ekspornya rata-rata tumbuh 20,08 % pertahun. Sementara itu komoditas Rajungan-Kepting dalam periode 2012-2017 volume ekspornya rata-rata tumbuh sebesar 12,38 % pertahun dan nilainya tumbuh rata-rata 9,46 % pertahun.  
 
 
Tariif impor komoditas perikanan di USA
Berdasarkan WTO (2018) terlihat bahwa regim tariff yang diberlakukan USA terhadap Indonesia adalah Generalized System of Preferences (GSP) scheme. Regim GSP ini juga berlaku untuk negara Thailand, Philippines dan Cambodia. Berdasarkan kode HS 2017 terlihat bahwa jumlah komoditas perikanan (HS03 dan yang diatur tariifnya ada 52 komoditas. Tariif yang diberlakukan mulai dari 0 sampai 10,73%. Komoditas tuna dalam kemasan kaleng (HS 160414 Prepared or preserved tunas, skipjack and Atlantic bonito, whole or in pieces (excl. minced)) merupakan salah satu contoh yang memiliki tarif bea impor sebesar 10,73%. Sementara itu untuk komoditas udang, rata-rata memiliki tariif 0%. Secara lengkap besaran tarif masing-masing komoditas di pasar USA bisa diakses di http://tariffdata.wto.org/TariffList.aspx
 
Gambar 3. Provinsi Pengekspor Komoditas Perikanan ke USA

Provinsi Pemasok Ikan Ke USA

Lima provinsi utama pengekspor komoditas ikan ke USA adalah Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara dan Lampung. Dalam periode 2012-2017 rata-rata kontribusi volume ekspor dari Provinsi Jawa Timur terhadap total volume ekspor komoditas ikan Indonesia ke USA mencapai 38,33 %, sementara nilainnya mencapai 38,33 %. Sementara itu rata-rata kontribusi volume ekspor Provinsi DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara dan Lampung dalam periode 2012-2017 rata-rata adalah 13,53 %, 10,51 %, 10,85 dan 9,84 %. 
 
Pelabuhan/Bandara Muat Utama Ikan ke USA
Lima pelabuhan/bandara muat utama ekspor komoditas ikan ke USA adalah Pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Emas dan Panjang. Dalam periode 2012-2017 rata-rata volume muat dari Pelabuhan Tanjung Perak ke USA mencapai 39,78 % dari total volume ekspor yang dipasok Indonesia ke USA. Sementara itu dalam periode yang sama rata-rata volume muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Emas dan Panjang adalah 28,78%, 10,81%, 5,11 % dan 8,85 %. 
Gambar 4. Ekspor Komoditas Perikanan Menurut Pelabuhan/Bandara
Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
(1) Volume ekspor komoditas ikan Indonesia ke USA dalam periode 2012-2017 rata-rata tumbuh 7,25 % pertahun, sementara nilai ekspor rata-rata tumbuh 11,38 % pertahun
(2) Udang dan Rajungan-Kepiting merupakan komoditas utama ekspor Indonesia ke USA. Pada tahun 2017 share volume ekspor udang mencapai 63,59 % dari total volume ekspor komoditas perikanan Indonesia ke USA. Sementara share nilai ekspor mencapai 64,36 %
(3) Berdasarkan WTO (2018) terlihat bahwa regim tariff yang diberlakukan USA terhadap Indonesia adalah Generalized System of Preferences (GSP) scheme. 
(4) Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta dan Banten merupakan provinsi pemasok utama ekspor komoditas perikanan ke USA. Share volume ekspor Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta dan Banten adalah 38,70 %, 12,94 % dan 11,59 %;
(5) Pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Priok merupakan pelabuhan utama ekspor komoditas perikanan ke USA. Tahun 2017 Share volume ekspor Pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Priok adalah 43,04 % dan 35,39 %. Pelabuhan Makassar tercatat mulai melakukan ekspor sejak tahun Terdapat 13 Bandara dan Pelabuhan yang tidak melakukan ekspor ke USA sejak 2015 dan 2016 
 
Saran
Berdasarkan simpulan terlihat bahwa pasar USA memiliki peluang yang besar untuk terus dikembangkan. Komoditas udang bisa menjadi pilihan utama untuk terus dikembangkan di Indonesia. Penurunan biaya produksi udang, penangkapan yang ramah lingkungan menjadi salah satu opsi utama untuk terus meningkatkan daya saing komoditas perikanan dipasar USA. Perlu diingat bahwa udang Indonesia pernah dilarang masuk ke USA karena terbukti menggunakan alat tangkap Trawl yang tidak ramah lingkungan. Oleh sebab itu kebijakan pelarangan alat tangkap Trawl perlu terus diimplementasikan.
www.pdf24.org    Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *