Importir Tuna Segar No 1 Dunia Berubah : Dari Jepang ke USA

Bogor (23/03/2017). Komoditas ikan dan produk perikanan tuna merupakan salah satu komoditas utama Indonesia yang diperdagangkan secara Internasional. Suhana et.all (2016) mencatat bahwa perdagangan ikan dan produk perikanan tuna Indonesia di pasar internasional dalam tujuh belas tahun terakhir cenderung terus mengalami peningkatan. Pada tahun 1998 nilai ekspor ikan dan produk perikanan tuna mencapai 215.133.530 US $ dan pada tahun 2014 meningkat tajam menjadi 522.184.403 US $, atau tumbuh sebesar 142,73 persen.

Perdagangan tuna merupakan salah satu yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah dan para pelaku utama di sektor ini guna terus menjaga dan meningkatkan kontribusinya pada perekonomian nasional, termasuk dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih dalam beberapa tahun terakhir terjadi perubahan negara importir tuna utama dunia, khususnya untuk tuna segar. Oleh sebab itu diperlukan upaya untuk terus memantau perkembangan perdagangan komoditas tuna dipasar internasional.

Perkembangan Nilai Impor Tuna Segar Dunia Menurut Negara (Sumber : Dianalisis dari International Trade Center, 2017)

Berdasarkan data International Trade Center (2017) terlihat bahwa importir no 1 tuna segar dunia dalam kurun waktu dua tahun terakhir (2014-2016) telah mengalami perubahan, yaitu dari Jepang menjadi USA (Lihat Gambar). Hal ini perlu mendapatkan perhatian dari para pelaku ekspor ikan tuna segar, mengingat permintaan Jepang relatif terus menurun dalam 16 tahun terakhir ini. Sementara permintaan komoditas ikan tuna segar USA relatif terus meningkat. 

Penurunan permintaan tuna segar Jepang tersebut diduga kuat disebabkan faktor pertumbuhan ekonomi Jepang.  Suhana et.all (2016) menyatakan bahwa komoditas ikan tuna segar Indonesia hampir pada setiap periode sangat dipengaruhi oleh faktor demand. Hal ini terlihat dari nilai efek pertumbuhan yang positif, walaupun nilainya sangat kecil. Hal ini menunjukkan bahwa naiknya pertumbuhan ekonomi di negara tujuan ekspor akan mendorong naiknya permintaan ekspor komoditas tuna segar dari Indonesia. Namun demikian untuk komoditas Tuna Lainnya segar atau dingin (Fresh) (HS 030239) dan komoditas Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares), segar atau dingin (Fresh) (HS 030232) pada beberapa periode memiliki nilai daya saing yang cukup tinggi. Tingginya nilai daya saing Komoditas Tuna Lainnya segar atau dingin (Fresh) (HS 030239)  lebih didorong oleh jenis tuna Tuna Sirip Biru Selatan/Southern Bluefin Tuna yang dimiliki oleh Indonesia. Selain itu juga bahwa ekspor tuna segar Indonesia umumnya terdistribusi pada pasar-pasar yang impornya tumbuh relatif lambat. Komoditas yang ekspor tunanya terdistribusi pada pasar/negara pertumbuhannya yang relatif cepat ditemukan hanya pada komoditas Cakalang (Katsuwonus pelamis) segar. Sementara untuk komoditas lainnya cenderung terdistribusi pada pasar/negara yang impornya tumbuh relatif lambat.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Jang dan Chang (2012) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positip antara pendapatan negara (PDB riil perkapita) dengan konsumsi ikan. Jang dan Chang (2012) melakukan penelitian di 101 negara pada periode 1970-2006 yang menunjukkan bahwa ikan dan produk ikan lebih sering dikonsumsi di negara maju dibandingkan negara berkembang. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan sebab akibat bahwa peningkatan PDB akan meningkatkan konsumsi ikan dan produk ikan di negara berkembang. Namun, terjadi sebailknya di negara maju, dimana konsumsi ikan akan meningkatkan PDB. Yang menarik, hasil studi menunjukkan hubungan timbal balik antara peningkatan PDB dan konsumsi ikan dan produk ikan di negara-negara di belahan bumi selatan, sehingga studi ini merekomendasikan pemerintah negara-negara di belahan bumi selatan agar meningkatkan industri perikanan untuk meningkatkan pertumbuhan ekoniomi negaranya.

Berdasarkan hal tersebut guna mengoptimalkan nilai ekspor komoditas ikan tuna segar Indonesia, para pelaku usaha ikan tuna nasional perlu meningkatkan volume ekspor ke pasar USA. Pemerintah perlu terus mendorong agar para pelaku ekspor komoditas ikan tuna segar dapat meningkatkan ekspornya ke pasar USA. Dengan kerjasama yang baik antara para pemangku kepentingan ekspor ikan tuna segar diharapkan kinerjanya semakin meningkat.***Suhana 

 

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *