Ekonomi Perikanan Budidaya Kerapu

Please follow and like us:
5

Bogor (14/3/2017). Komoditas ikan kerapu merupakan salah satu komoditas utama ekspor ikan Indonesia. Komoditas ikan kerapu diperdagangkan dalam bentuk hidup dan mati (segar dan beku). Dalam tulisan singkat ini akan dibahas hanya untuk komoditas ikan hidup, sementara untuk komoditas ikan kerapu segar dan beku akan dibahas dalam kesempatan lain. Data BPS (2017) menunjukan bahwa komoditas ikan kerapu hidup masuk dalam 20 jenis komoditas utama ekspor ikan Indonesia tahun 2016. Kontribusi nilai ekspor komoditas ekspor kerapu hidup tahun 2016 mencapai 1,11 % dari total nilai ekspor komoditas perikanan HS 03. Total nilai ekspor komoditas ikan kerapu hidup tahun 2016 mencapai 32,18 Juta US $.

Gambar 1. Produksi Ikan Kerapu Menurut Provinsi Tahun 2016

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (2017) tercatat bahwa pada tahun 2016 lebih dari 54 % ikan kerapu budidaya dihasilkan dari wilayah Pulau Sumatera. Salah satu provinsi penghasil ikan kerapu budidaya terbesar adalah Provinsi Sumatera Utara, yaitu mencapai 4.858,25 Ton atau sekitar 31,05 % dari total produksi budidaya ikan kerapu nasional. Empat wilayah lain yang merupakan penghasil terbesar produksi budidaya ikan kerapu adalah Provinsi Maluku, Kepulauan Riau, Aceh dan Jawa Timur (Lihat Gambar 1).

Gambar 2. Volume Ekspor Ikan Kerapu Hidup Menurut Provinsi Tahun 2016

Selain itu juga, Provinsi Sumatera Utara merupakan provinsi terbesar yang melakukan ekspor ikan kerapu hidup. Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (2017) mencatat bahwa 38,09 % ekspor ikan kerapu hidup Indonesia tahun 2016 berasal dari provinsi tersebut. Total ekspor kerapu hidup Provinsi Sumatera Utara tahun 2016 mencapai sekitar 1,53 juta ekor. Wilayah lainnya yang merupakan titik ekspor ikan kerapu hidup adalah Provinsi Sulawesi Selatan dan Bali, yang masing-masing mencapai sekitar 0,85 juta ekor (Gambar 2). Berdasarkan Gambar 2 terlihat bahwa total volume ekspor ikan kerapu hidup Indonesia tahun 2016 mencapai sekitar 4,01 juta ekor.

Sementara Ikan kerapu hidup yang diperdagangakan antar provinsi di Indonesia totalnya mencapai 1,01 Juta ekor. Data BKIPM (2017) mencatat bahwa Provinsi Banten merupakan salah satu tujuan utama pengiriman ikan kerapu hidup dari wilayah provinsi lainnya di Indonesia. Pada tahun 2016 tercatat ikan kerapu hidup yang masuk ke wilayah Provinsi Banten mencapai 645,12 ribu ekor. Empat wilayah utama lainnya sebagai pusat tujuan pengiriman ikan kerapu nasional adalah Provinsi Bali, DKI Jakarta, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara. Sementara itu provinsi yang menjadi pusat pengiriman ikan kerapu hidup terbesar adalah Provinsi Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Lampung dan Bali. 

Gambar 3. Perdagangan Ikan Kerapu Hidup Domestik Tahun 2016

Berdasarkan hal tersebut diatas terlihat bahwa bisnis budidaya ikan kerapu merupakan salah satu potensi yang cukup potensial dikembangkan di Indonesia. Terlebih saat ini Balai-Balai Perikanan Budidaya Ikan yang dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah banyak berhasil kembangkan benih-benih ikan kerapu. Artinya benih ikan kerapu tidak lagi tergantung pada benih alam yang ditangkap oleh para nelayan. Oleh sebab itu saatnya kini ekonomi perikanan budidaya ikan kerapu dapat bangkit dengan baik. Berbagai dukungan dan kerjasama yang baik antar para pemangku kepentingan menjadi salah satu titik kunci kebangkitan ekonomi budidaya ikan kerapu nasional. Semoga hal ini dapat segera terwujud guna turut mendorong kekuatan baru ekonomi nasional berbasiskan perikanan. 

 

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *