Distribusi Pendapatan Masyarakat di Pulau Sulawesi

Please follow and like us:
5

Bogor (21/01/2017). Distribusi pendapatan masyarakat di Pulau Sulawesi lebih buruk dibandingkan dengan di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Bahkan sedikit lebih buruk dibandingkan dengan distribusi pendapatan di Pulau Jawa. Hal ini dapat dilihat dari nilai gini ratio di Pulau Sulawesi tahun 2016 yang bernilai antara 0,36-0,43.

Sementara itu nilai gini ratio provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara tahun 2016 yang bernilai antara 0,34-0,37(http://suhana.web.id/2017/01/20/distribusi-pendapatan-masyarakat-di-pulau-bali-dan-nusa-tenggara/). Nilai gini ratio Pulau Kalimantan pada tahun yang sama adalah antara 0,30-0,34 ( http://suhana.web.id/2017/01/19/distribusi-pendapatan-di-pulau-kalimantan/ ). Nilai ratio gini di Pulau Sumatera antara 0,28-0,36 ( http://suhana.web.id/2017/01/17/distribusi-pendapatan-di-pulau-sumatera/ ) dan nilai ratio gini di Pulau Jawa berkisar antara 0,37-0,42  (http://suhana.web.id/2017/01/18/distribusi-pendapatan-di-pulau-jawa/ ). 

Nilai Gini Ratio adalah salah satu indikator distribusi pendapatan masyarakat. Nilai Gini Ratio berkisar antara 0 dengan 1. Nilai 0 menunjukkan bahwa seluruh pendapatan terbagi secara merata terhadap seluruh unit masyarakat (perfect equality), sedangkan nilai 1 berati seluruh pendapatan hanya dimiliki oleh satu orang atau satu unit saja pada keseluruhan distribusi (perfect inequality).

Atau dengan kata lain semakin besar nilai gini ratio menunjukkan tingkat distribusi yang lebih buruk. Semakin rendah nilai gini ratio menunjukkan tingkat distribusi pendapatan yang lebih baik. Menurut Rustiadi, et.al (2011) tingkat distribusi pendapatan masyarakat yang terbaik sekarang ini terdapat pada negara-negara kapitalis yang sudah matang. Menurut Rustiadi, et.al (2011) secara umum negara-negara kapitalis maju memiliki nilai gini ratio antara 0,1-0,2.

Berdasarkan data BPS (2017) terlihat nilai gini ratio di Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah tahun 2016 lebih kecil dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Sulawesi, yaitu 0,36. Sementara nilai gini ratio tertinggi ada di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu 0,43. Secara grafis nilai gini ratio tiap provinsi di Pulau Sulawesi dapat dilihat pada gambar.

 

Berdasarkan gambar terlihat bahwa secara rata-rata nilai gini ratio setiap provinsi di Sulawesi tahun 2016 mengalami perubahan dibandingkan tahun 2015, yaitu Provinsi Sulawesi Tengah. Artinya ada perbaikan distribusi pendapatan masyarakat di provinsi tersebut. Sementara itu Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan mengalami peningkatan nilai gini ratio. Artinya ada penurunan tingkat distribusi pendapatan pendapatan di kedua provinsi tersebut.Dan Provinsi Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Sulawesi Barat terlihat tidak mengalami perubahan nilai gini ratio. Artinya belum ada perbaikan distribusi pendapatan masyarakat di provinsi tersebut. Hal ini tentunya perlu perhatian khusus dari pemerintah guna terus meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat di seluruh wilayah tersebut. 

Referensi

1.  Kuncoro, Mudrajad. 2013. Mudah Memahami & Menganalisis Indikator Ekonomi. Penerbit UPP STIM YKPN

2. Rustiadi, Ernan. et.al. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Penerbit Restpent Press

3. http://suhana.web.id/2017/01/18/distribusi-pendapatan-di-pulau-jawa/

4. http://suhana.web.id/2017/01/17/distribusi-pendapatan-di-pulau-sumatera/

5. http://suhana.web.id/2017/01/19/distribusi-pendapatan-di-pulau-kalimantan/

6. http://suhana.web.id/2017/01/20/distribusi-pendapatan-masyarakat-di-pulau-bali-dan-nusa-tenggara/

PDF24    Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *