Distribusi Pendapatan Masyarakat di Pulau Bali dan Nusa Tenggara

Suhana

Bogor (20/01/2017). Distribusi pendapatan masyarakat di Pulau Bali dan Nusa Tenggara lebih buruk dibandingkan dengan di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan, akan tetapi lebih baik dibandingkan dengan distribusi pendapatan di Pulau Jawa. Hal ini dapat dilihat dari nilai gini ratio di Pulau Bali dan Nusa Tenggara tahun 2016 yang bernilai antara 0,34-0,37.

Sementara nilai gini ratio Pulau Kalimantan pada tahun yang sama adalah antara 0,30-0,34 (lihat http://suhana.web.id/2017/01/19/distribusi-pendapatan-di-pulau-kalimantan/ ). Nilai ratio gini di Pulau Sumatera antara 0,28-0,36 (lihat http://suhana.web.id/2017/01/17/distribusi-pendapatan-di-pulau-sumatera/ ) dan nilai ratio gini di Pulau Jawa berkisar antara 0,37-0,42  (Lihat http://suhana.web.id/2017/01/18/distribusi-pendapatan-di-pulau-jawa/ ). 

Nilai Gini Ratio adalah salah satu indikator distribusi pendapatan masyarakat. Nilai Gini Ratio berkisar antara 0 dengan 1. Nilai 0 menunjukkan bahwa seluruh pendapatan terbagi secara merata terhadap seluruh unit masyarakat (perfect equality), sedangkan nilai 1 berati seluruh pendapatan hanya dimiliki oleh satu orang atau satu unit saja pada keseluruhan distribusi (perfect inequality).

Atau dengan kata lain semakin besar nilai gini ratio menunjukkan tingkat distribusi yang lebih buruk. Semakin rendah nilai gini ratio menunjukkan tingkat distribusi pendapatan yang lebih baik. Menurut Rustiadi, et.al (2011) tingkat distribusi pendapatan masyarakat yang terbaik sekarang ini terdapat pada negara-negara kapitalis yang sudah matang. Menurut Rustiadi, et.al (2011) secara umum negara-negara kapitalis maju memiliki nilai gini ratio antara 0,1-0,2.

Berdasarkan data BPS (2017) terlihat nilai gini ratio di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2016 lebih kecil dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, yaitu 0,34. Sementara nilai gini ratio tertinggi ada di Provinsi Bali, yaitu 0,37. Secara grafis nilai gini ratio tiap provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara dapat dilihat pada gambar.

Nilai Gini Ratio Pulau Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2015 dan 2016

Berdasarkan gambar terlihat bahwa secara rata-rata nilai gini ratio setiap provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara tahun 2016 mengalami perubahan dibandingkan tahun 2015, yaitu Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Artinya ada perbaikan distribusi pendapatan masyarakat di kedua provinsi tersebut. Sementara Provinsi Nusa Tenggara Timur terlihat tidak mengalami perubahan nilai gini ratio. Artinya belum ada perbaikan distribusi pendapatan masyarakat di provinsi tersebut. Hal ini tentunya perlu perhatian khusus dari pemerintah guna terus meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat di seluruh wilayah tersebut. 

Referensi

1.  Kuncoro, Mudrajad. 2013. Mudah Memahami & Menganalisis Indikator Ekonomi. Penerbit UPP STIM YKPN

2. Rustiadi, Ernan. et.al. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Penerbit Restpent Press

3. http://suhana.web.id/2017/01/18/distribusi-pendapatan-di-pulau-jawa/

4. http://suhana.web.id/2017/01/17/distribusi-pendapatan-di-pulau-sumatera/

5. http://suhana.web.id/2017/01/19/distribusi-pendapatan-di-pulau-kalimantan/

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *